in

7 Bahasa Tubuh yang Perlu Diwaspadai dalam Video Call Meeting

Komunikasi nonverbal menjadi masalah kecil yang perlu dituntaskan. Dan saat ini, video call meeting menjadi kebiasaan baru yang sedikit lebih kompleks. Kenapa demikian? Meskipun tidak selalu disampaikan secara sadar dan akurat, ada hal yang harus diwaspadai ketika menghadiri rapat online/ video call meeting, dan salah satunya adalah bahasa tubuh.

Selama video call meeting berlangsung, tidak semua bahasa tubuh participant bisa diperhatikan secara jelas. Pakar komunikasi dan pemandu acara The Workplace Communication Podcast, Lindsay Lapaquette, menyatakan bahwa isyarat sosial dalam video call meeting juga dapat memicu kesalahpahaman dan menimbulkan tanda tanya.

Eileen Aung-Thwin, perancang pembelajaran dan fasilitator juga mendukung pernyataan sebelumnya. Ketika menangkap isyarat lebih sedikit, otak cenderung mengisi kekosongan dan mengambil kesimpulan yang salah. Selain itu, orang-orang mungkin terganggu oleh lingkungan, situasi, dan video mereka sendiri.

Jadi, bagaimana Anda membuat apa pun yang ditunjukkan itu bermanfaat? Jawabannya adalah dengan berfokus pada apa yang terlihat dan apa yang dapat dikendalikan. Lebih lagi, ketika Anda memimpin rapat, bahasa tubuh juga dapat memengaruhi kualitas percakapan.

Jika kita sebagai pemateri atau pimpinan video call meeting mengabaikan bahasa tubuh, maka hal ini akan menutup audiensi yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi. Bandingkan ini dengan bahasa tubuh yang terbuka. Apalagi dengan adanya gerakan menyambut para participant. Tentunya ini akan lebih mudah membuat mereka menyumbangkan ide-idenya.

Lalu, seperti apa saja bahasa tubuh yang harus diwaspadai selama video call meeting berlangsung? Ini adalah tujuh hal yang harus selalu diingat!

Ekspresi Wajah

Apakah Anda memasang wajah tanpa ekspresi? Itulah penyebab kenapa orang-orang bertanya apakah Anda baik-baik saja. Mungkin Anda ingin menunjukkan lebih banyak emosi pada video call meeting.

Namun, harus disadari bahwa interaksi virtual memiliki ruang yang sangat sempit dan terbatas. Participant hanya dapat melihat ekspresi wajah sebagai putunjuk atau respon. Oleh karena itu, jadilah sadar akan ekspresi wajah Anda dan pastikan bahwa ekspresi tersebut menyampaikan kesan yang tepat.

Jangan lupakan kekuatan senyum yang tulus. Komunikasi adalah tentang koneksi dan orang-orang dapat membaca perbedaan antara senyuman yang tulus dan palsu. Jadi, tidak perlu berpura-pura memperlihatkan raut wajah antusias, Anda tidak akan berhasil. Tetapi cobalah untuk menekankan suasana hati yang baik. Pecayalah, ini akan sangat membantu.

7 Bahasa Tubuh yang Perlu Diwaspadai dalam Video Call Meeting Karir
Source: techhq.com

Postur Tubuh

Pastikan Anda tidak membungkuk jika Anda sedang duduk. Cobalah untuk mempertahankan postur tubuh yang tegak dan rileks. Jika Anda membungkuk, ini akan memengaruhi suara dan cara Anda bernapas.

Aturan praktis yang baik adalah hindari melakukan apa pun yang tidak semestinya Anda lakukan selama video call meeting berlangsung. Rasanya tidak pantas untuk berbaring di beberapa kursi selama rapat kerja di kantor. Jangan letakkan diri Anda di sofa ketika rapat virtual. Kecuali, dalam masalah tertentu dan ini adalah rapat informal. Ya, Anda tahu bahwa penampilan tidaklah begitu penting.

Menentukan Posisi Kamera

Perhatikan cara Anda memosisikan kamera. Apakah itu penting? Mari berpikir dua kali. Ingatlah bahwa perspektif orang lain tentang Anda dikendalikan dengan bagaimana cara membingkai diri sendiri di kamera.

Membingkai diri terlalu dekat dengan layar dapat membuat Anda terlihat agresif dan memotong gerakan tangan. Sehingga Anda kehilangan kesempatan untuk menunjukkan lebih banyak ekspresi.

Demi memaksimalkan bahasa tubuh yang dapat dilihat oleh lawan bicara, posisikan tubuh secara ideal di depan layar. Pastikan ruang gerak Anda tidak terbatas. Dengan cara ini, orang lain tidak hanya mengandalkan ekspresi wajah dan intonasi suara Anda untuk isyarat nonverbal.

Angle juga dianggap sebagai hal yang penting. Ini karena Anda bisa dengan mudah melepaskan audiens dengan lensa yang ditempatkan secara tidak tepat. Pastikan posisi Anda sejajar dengan kamera. Jangan duduk terlalu rendah ke kamera sehingga orang lain hanya bisa melihat bagian atas kepala Anda.

Demikian juga, posisikan kamera sehingga Anda tidak mendongak. Dengan begitu, orang lain dapat melihat Anda secara menyeluruh. Bukan hanya melihat dagu Anda yang terkesan mengganggu ketika video call meeting berlangsung.

Mengotak-atik

Memeriksa ponsel ketika melakukan video call meeting termasuk perbuatan yang mesti dihindari. Biasanya, orang-orang dengan secepat kilat meraih ponselnya. Sehingga menimbulkan pandangan sekilas ke samping untuk memeriksa pesan agar dapat terlihat. Meskipun menurut Anda tidak demikian, berhentilah melakukannya.

Periksalah ponsel hanya ketika Anda sedang berada dalam keadaan darurat. Anda juga harus memperhatikan kebiasaan mengutak-atik dan kebiasaan tidak sadar lainnya. Hindari meletakkan tangan di dagu. Jaga gerakan tangan seminimal mungkin, terutama ketika Anda berbicara. Sebab, hal tersebut dapat mengalihkan perhatian orang dari apa yang Anda katakan.

Gerakan Lengan

Tidak semua gerakan akan mengganggu participant lainnya. Bahkan beberapa isyarat dikatakan dapat membantu mereka. Isyarat tangan Anda sangat penting karena menandai apa yang Anda katakan. Ini menyampaikan energi dan semangat yang membuat penonton tetap terlibat dan memperhatikan pesan yang Anda sampaikan.

Saat pembicara tidak menggunakan lengan atau tubuh bagian atas sama sekali, mereka akan terlihat sangat kaku, tidak menarik, dan kurang energi. Pada gilirannya, penonton dapat teralihkan. Bahkan lebih buruk lagi hingga sepenuhnya beralih ke apa yang sedang dikatakan.

7 Bahasa Tubuh yang Perlu Diwaspadai dalam Video Call Meeting Karir
Source: tenveo-video-confererence.com

Kontak Mata

Pakar komunikasi sepakat bahwa Anda perlu melihat kamera ketika video call meeting. Ini mereplikasi pengalaman komunikasi langsung terhadap orang lain. Namun kenyatannya, banyak orang yang masih belum melakukan ini selama meeting online berlangsung.

Jangan terus melihat tab lain. Ketika ini terjadi, peserta lain merasa bahwa Anda sedang mengerjakan sesuatu yang lain. Sehingga memberi kesan bahwa rapat yang Anda ikuti sebenarnya mengganggu. Bukankah begitu?

Apabila Anda ingin membuat catatan, lakukan secara sporadic. Sebutkan bahwa Anda akan melakukannya di awal rapat atau berisiko membuat kesan buruk. Meskipun Anda terlihat penuh perhatian dan menundukkan kepala ketika mencatat atau merenungkan prosesnya. Akan tetapi hal ini memberi kesan bahwa Anda tidak tertarik dengan rapat yang sedang diikuti.

Terobsesi pada Penampilan Diri

Ini mungkin terasa seperti sedikit paradoks setelah mendekonstruksi bahasa tubuh di video call, tetapi ada hal seperti terlalu fokus pada cara pandang Anda.

Alasan terbesar mengapa orang kesulitan untuk terhubung melalui video call adalah karena mereka terjebak pada penampilan atau suara mereka. Pikiran mereka berputar-putar, memikirkan tentang bagaimana mereka dianggap. Sementara mereka juga berusaha cukup fokus pada apa yang dikatakan orang lain untuk merespons dengan cerdas. Mereka tidak lagi sepenuhnya hadir dengan lawan bicara. Bahkan hal tersebut dapat terpantul jelas dari bahasa tubuh mereka.

Akhir Kata . . .

Untuk mencapai keseimbangan yang tepat, upayakan untuk menjadi sadar diri. Kemudian, tempatkan fokus pada lawan bicara dan percakapan Anda. Yakinlah bahwa semakin Anda bisa menempatkan perhatian Anda pada percakapan itu sendiri, bahasa tubuh Anda secara alami akan mencerminkan emosi positif yang akan menarik orang lain untuk merasa nyaman dengan sendirinya.

Untuk tips seputar karir lainnya, kamu bisa kunjungi Tulizan Karir.

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Karir

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
25 Tempat Wisata Terbaik di Seoul Korea Selatan 2020 • Wisata Muda

Inilah Destinasi Wisata Korea Selatan Yang Wajib Untuk Kamu Kunjungi

Tips Mendidik Remaja pada Era Digital