in

Apa Itu Burnout? Kenali Pencegahan dan Ketahui Cara Mengatasinya!

Shot of a young businessman experiencing stress during a late night at work

Menurut hasil survei, terdapat sebanyak 210 juta orang di seluruh dunia menderita kelelahan. Sindrom ini terjadi di semua industri dan jenis pekerjaan. Inilah yang disebut dengan burnout. Lalu, apa itu burnout sebenarnya?

Burnout digambarkan seperti kondisi kelelahan dalam bekerja. Ya, terlalu banyak bekerja hingga membuat seseorang kehilangan keefektifannya. Kondisi seperti ini memicu insomnia, penyakit jantung, diabetes, hingga kematian.

Mereka yang merasakan gejalanya, akan berdampak pada menurunnya keterampilan interpersonal. Sehingga, tak jarang mereka juga mencari terapis untuk mengatasi masalah ini. Namun, apa itu burnout dalam konotasi yang sebenarnya? Seberapa meluaskah sindrom ini bagi industri dan karir? Bagaimana cara mengetahui gejala dan risikonya?

Apa Itu Burnout? Kenali Pencegahan dan Ketahui Cara Mengatasinya! Karir

Apa itu Burnout?

Burnout merupakan perpaduan antara kelelahan, ketidakefektifan, dan sinisme. Umumnya, penderita merasa terkuras secara emosional, tidak berdaya, dan kewalahan. Lelahnya fisik dan emosional cenderung membuat mereka berhenti peduli. Penampilan mereka pun menurun drastis. Bahkan mereka juga berisiko mengalami masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular.

Namun, tidak semua kelelahan bisa diartikan sebagai burnout. Ada fase di mana orang-orang hanya membutuhkan istirahat, lalu menemukan tenaganya kembali. Tidak seperti burnout yang mengalami penurunan kinerja. Mereka yang mengalaminya akan memberikan efek negatif terhadap lingkungan pekerjaannya.

Spektrum Burnout

Burnout membuat Anda menjadi pribadi depersonalisasi, putus asa, dan mengalami kemunduran. Profesor Psikologi dan peneliti burnout dari Deakin University, Dr. Michael Leiter, mendefinisikan apa itu burnout berdasarkan lima spektrum yang berbeda. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Engaged; merupakan karyawan yang energik, efektif, dan terlibat.
  2. Overextended; merupakan karyawan yang terlalu lelah karena banyak bekerja, tetapi tetap produktif.
  3. Disengaged; sinis, namun produktif.
  4. Ineffective; kurang produktif, namun masih peduli terhadap pekerjaannya.
  5. Burnout; kehabisan tenaga, kurang efektif, dan sinis.

Spektrum pertama dan kelima bisa dikatakan sebagai titik akhir. Tiga spektrum lainnya merupakan masa transisi.

Kenapa Burnout Bisa Terjadi?

Tidak hanya sebatas mengenal apa itu burnout, Anda juga harus mengetahui kenapa seseorang bisa mengalami hal ini. dengan begitu, Anda bisa mencegah ini terjadi pada diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Umumnya, Burnout disebabkan oleh:

  1. Tuntutan pekerjaan yang berlebihan. Terlalu banyak pekerjaan atau jenis pekerjaan yang salah. Apakah karyawan sedang menjalani pekerjaan yang tidak dikuasai, atau terlalu banyak bekerja.
  2. Sumber daya pekerjaan yang terbatas. Bisa saja hal tersebut berkaitan dengan waktu, persediaan, atau dukungan.

Selain dua hal di atas, kelelahan juga bisa disebabkan oleh enam faktor berikut ini.

  • Beban Kerja. Jenis pekerjaan yang salah atau scope job yang terlalu banyak.
  • Kontrol. Tidak adanya otoritas dalam melakukan apa yang diperlukan demi mencapai tujuan pekerjaan.
  • Penghargaan. Imbalan yang tidak memadai dalam hal gaji, kepuasan kerja, dan pengakuan.
  • Komunitas. Sering terjadinya konflik dengan rekan kerja.
  • Keadilan. Ketidaksetaraan gaji, diskriminasi, kecurangan, dan disrespect.
  • Nilai. Tujuan pekerjaan yang bertentangan dan pekerjaan yang tidak etis.

Apa Itu Burnout? Kenali Pencegahan dan Ketahui Cara Mengatasinya! Karir

Source: www.davidholzer.com

Gejala Burnout dan Cara Mengatasinya

Berdasarkan pengertian apa itu burnout, dapat ditarik kesimpulan bahwa burnout ditandai dengan kelelahan, ketidakefektifan, dan sinisme. Awalnya gejala burnout terlihat dari kurangnya motivasi, insomnia, masalah memori, sakit kepala, perubahan nafsu makan, dan kehilangan energi.

Pada akhirnya, seseorang yang mengalami kelelahan dalam bekerja akan cenderung bersikap negatif, sering mengeluh, dan kehilangan produktivitas.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah burnout?

Kehilangan semangat bekerja karena burnout bukanlah hal yang mudah untuk diatasi. Namun, Anda harus berusaha untuk terus bangkit. Temukan kekuatan Anda kembali dengan mempraktikkan poin-poin berikut ini.

Olahraga, Tidur, dan Makan Sehat

Bukan gagasan baru bahwa kita harus berolahraga, makan makanan bergizi, dan tidur selama delapan jam semalam. Ternyata kebiasaan itu mampu melawan burnout. Hal tersebut juga dapat memutus mata rantai pertama dalam masalah kelelahan.

Luangkan Waktu untuk Pemulihan

Kerja keras membutuhkan pemulihan untuk mengisi kembali cadangan fisik, emosional, kognitif. Demi menghindari kejenuhan, jadwalkan waktu istirahat setiap hari untuk menikmati hari bersama teman dan keluarga.

Lakukan Perubahan Kecil

Bekerja membuat Anda harus menghabiskan seluruh waktu Anda tanpa kompromi. Meskipun demikian, luangkanlah waktu untuk membuat sedikit perubahan dengan mengadakan jadwal berolahraga. Walaupun hanya berlangsung 10 menit sehari, ini cukup untuk memulihkan energy dan pikiran Anda.

Anda juga bisa mengikuti latihan meditasi sebagai alternatif lainnya. Ini terbukti ampuh melawan burnout dan melepaskan pikiran negatif yang mengganggu.

Rancang Ulang Pekerjaan Anda

Anda mungkin tidak dapat mengurangi tuntutan pekerjaan. Akan tetapi, Anda dapat mengidentifikasi bagian yang paling memuaskan dari pekerjaan Anda. Sesuaikan hari kerja untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada aktivitas ini.

Lawan Perfeksionisme

Apakah Anda merupakan seorang yang perfeksionis? Studi menunjukkan bahwa perfeksionisme memiliki dua sisi. Orang yang menetapkan standar pencapaian pribadi tertinggi menunjukkan tingkat kelelahan yang lebih rendah. Jika perfeksionisme diiringi oleh rasa takut, itu akan memberikan efek kelelahan yang tinggi. Ini bukan berarti Anda dilarang untuk menetapkan standar tinggi. Tetapi berbaik hatilah kepada diri sendiri apa pun hasilnya.

Kelola Jam Kerja Anda

Bagi sebagian orang, membuat perubahan adalah hal yang sulit dilakukan. Itu karena Anda menambahkan tuntutan pekerjaan sambil memangkas waktu untuk diri sendiri. Jadi, belajarlah untuk mengelola waktu seefisien mungkin. Sehingga Anda bisa menikmati hari tanpa merasa dibebankan oleh pekerjaan.

Apa Itu Burnout? Kenali Pencegahan dan Ketahui Cara Mengatasinya! Karir
Source: medium.com

Catatan Penting: Umumnya Burnout adalah Masalah Organisasi

Apa itu burnout diartikan sebagai kelelahan, namun bukan hanya meliputi karyawan. Mereka yang mudah mengalami depresi akan lebih rentan mengalami burnout. Meskipun demikian, perubahan organisasi penting untuk rencana apa pun demi memerangi kelelahan.

Beban Kerja

Sering kali, beban kerja tidak pernah mengalami perubahan. Sebagian besar organisasi merasakan tekanan eksternal dari pesaing. Ini secara tidak langsung menuntut mereka berbuat lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit. Tentunya hal tersebut bukanlah menjadi satu-satunya alasan kelelahan. Dan ini bisa diatasi dengan mudah.

Otonomi

Ketika karyawan memiliki pendapat tentang apa yang sedang dikerjakan, mereka dapat menyesuaikannya agar menjadi lebih menarik dan bermakna. Ini mungkin berarti bahwa membiarkan karyawan mengatur area kerjanya sendiri atau mendesain ulang prosesnya. Ini juga bisa berarti melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. Namun, kelelahan bisa terjadi ketika karyawan dimintai pertanggungjawaban di luar kendali mereka.

Imbalan

Penghargaan karyawan bisa saja berupa kompensasi finansial yang memadai. Namun, penghargaan juga datang dalam bentuk lain, seperti pengakuan dari supervisor maupun rekan kerja. Bahkan, penghargaan atas kepuasan kerja lebih berharga dari penghargaan finansial dalam beberapa kasus.

Keadilan

Apakah keputusan di tempat kerja adil? Apakah karyawan diperlakukan dengan hormat? Lalu apakah ada kecurangan atau ketidaksetaraan gaji? Apakah promosi terjadi secara adil atau dipengaruhi oleh diskriminasi?

Manajemen tingkat atas harus menetapkan nada dukungan yang adil. Semua karyawan diperlakukan sama. Karyawan yang menganggap supervisor dan manajer adil cenderung terjaga emosinya.

Masyarakat

Komunitas adalah kualitas interaksi sosial di tempat kerja. Ini termasuk dukungan, kerja tim, konflik, dan kedekatan karyawan. Tidak dapat dipungkiri bahwa karyawan juga berkembang dalam suasana kebahagiaan, pujian, humor, kenyamanan, dan rasa hormat.

Sebaliknya, isolasi dan ketidaksopanan akan menimbulkan burnout. Kurangnya dukungan dari supervisor menciptakan kelelahan. Kurangnya dukungan dari rekan kerja terkait dengan penurunan efektivitas.

Untuk tips seputar karir lainnya, kamu bisa kunjungi Tulizan Karir.

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Karir

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Mengenal 13 Film Teguh Karya, Seorang Maestro Film Indonesia

Mau Tampil Beda? Ini 7 Contekan Padu Padan Gaya Vintage