in

Ayo Mengenal Lima Jenis SIM Yang Berlaku di Indonesia!

Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi bukti registrasi dan identifikasi dari Polri kepada pengemudi yang telah memenuhi persyaratan. Pasalnya pemilik SIM harus melakukan rangkaian tes secara administrasi maupun kesehatan jasmani dan rohani. Tentu saja mereka yang dinilai tidak hanya benar-benar memahami peraturan lalu lintas tetapi juga terampil dalam mengemudikan kendaraan tertentu. Ada lima jenis SIM yang berlaku di Indonesia berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012. Apa saja kelima jenis tersebut?

Berikut ini adalah mengenal lima jenis pembagian SIM yang berlaku di Indonesia :

1. SIM A

SIM A digunakan untuk mengendarai mobil penumpang ataupun barang yang dimiliki secara pribadi dengan berat maksimal 3.500 kilogram. Jenis lainnya adalah SIM A Umum yang serupa tapi tidak sama. Pasalnya kedua surat izin ini sama-sama digunakan untuk mengendarai kendaraan mobil penumpang ataupun barang dengan berat maksimal 3.500 kilogram. Perbedaannya terletak pada tujuan kepemilikan kendaraan di mana SIM A Umum dioperasikan untuk kepentingan umum.

2. SIM B

SIM B digolongkan menjadi B1 dan B2. SMI B1 digunakan untuk mengendarai mobil penumpang atau barang milik perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kilogram. Perbedaan antara SIM B1 dan SIM B1 Umum terletak pada jenis kendaraannya. Pasalnya SIM B1 Umum digunakan untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang untuk kepentingan umum seperti bus atau truk. Namun, jumlah berat kedua surat sama lebih dari 3.500 kg. Fakta menarik dari SIM B1 Umum adalah batas minimal pembuatannya berbeda dengan SIM A, C dan D. Lantaran pemohon harus berusia setidaknya 22 tahun. Selain itu, ada syarat tambahan dalam pemembuatan SIM B1 Umum karena pemohon wajib memiliki SIM B1 atau SIM A Umum minimal 12 bulan.

SIM B2 digunakan untuk mengoperasikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng dengan berat lebih dari 1.000 kg. Fakta menarik dari SIM B2 sama seperti SIM B1 di mana batas usia minimal 21 tahun. Selain itu, syarat tambahannya adalah pemohon wajib memiliki SIM B1 minimal 12 bulan. Namun, pemilik SIM B2 diperbolehkan mengendarai kendaraan yang biasanya dikendarai oleh pemilik SIM A dan SIM B1. Begitu pula, SIM B2 Umum memiliki ketentuan yang sama seperti SIM B2 hanya saja digunakan untuk kepentingan umum. Sehingga pemiliki SIM ini adalah orang yang berprofesi mengendarai kendaraan beroda enam seperti truk trailer ataupun bus. Selain itu, SIM B2 Umum termasuk kategori surat izin sakti karena pemiliknya diperbolehkan mengemudikan semua kendaraan yang biasanya dibawa pemilik SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, dan SIM B2. Namun, pemilik harus berusia minimal 23 tahun.

Ayo Mengenal Lima Jenis SIM Yang Berlaku di Indonesia! Otomotif

Gambar: Polri melakukan pembagian SIM C menjadi SIM C, SIM CI, dan SIM CII yang dibedakan berdasarkan pada usia saat mendaftar dan kapasitas silinder mesin kendaraan dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi

3. SIM C

SIM C berdasarkan Perpol Nomor 5 Tahun 2021 yang terbit pada 31 Mei 2021 dibedakan menjadi tiga golongan. Perbedaan terletak pada kapasitas silinder mesin yang dimiliki dan persyaratan usia untuk penerbitan SIM harus memenuhi ketentuan usia paling rendah. Pertama adalah SIM C untuk pengendaraan motor dengan syarat usia minimal 17 tahun. Dokumen ini hanya berlaku untuk kendaraan dengan kapasitas silinder mesin maksimal sampai dengan 250 cc saja. Selanjutnya, syarat usia minimal pembuatan SIM CI adalah 18 tahun. Selanjutnya hanya berlaku untuk pemilik kendaraan dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc sampai dengan 500 cc saja. SIM CI juga berlaku untuk kendaraan motor yang menggunakan daya listrik. Terakhir, syarat usia minimal pembuatan SIM CII adalah 19 tahun. Selanjutnya hanya berlaku untuk pemilik kendaraan dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc saja. SIM CII juga berlaku untuk kendaraan motor yang menggunakan daya listrik.

4. SIM D

SIM D adalah surat izin untuk mengendarai kendaraan sepeda motor yang dikhususkan untuk orang berkebutuhan khusus. Tentunya kendaraan tersebut telah dimodifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing seperti penambahan roda serta pemindahan gas atau rem dari kaki ke tangan. Ada syarat tambahan dalam prosedur pembuatan SIM D yakni cek kesehatan untuk menentukan kelayakan pengendara. Seandainya tidak lolos tes tersebut maka SIM D tidak dapat diterbitkan. Selain itu, ada juga cek kendaraan dari kelengkapan surat-surat sampai fasilitas dan fungsi kendaraan seperti lampu utama, sein, rem, spion, dan lainnya. Selanjutnya proses pembuatan SIM tetap berlangsung sesuai prosedur yang ditetapkan seperti ujian teori, ujian simulator dan ujian praktek.

Ayo Mengenal Lima Jenis SIM Yang Berlaku di Indonesia! Otomotif

Gambar: Ada satu lagi jenis SIM yang masih belum banyak diketahui di Indonesia adalah SIM D1 yang secara khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas yang berkebutuhan khusus

Ada satu lagi jenis SIM yang masih belum banyak diketahui di Indonesia. Dia adalah SIM D1 yang secara khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas. Sebenarnya ada perbedaan yang cukup signifikan antara SIM D dengan SIM D1 tetapi proses pembuatannya sama. Apabila SIM D untuk mengendarai motor sedangkan SIM D1 untuk mengendarai mobil. Namun, pembuatan SIM D1 memerlukan cek kesehatan tambahan untuk menentukan kelayakan pengemudi dalam mengendarai. Selain itu, cek kendaraan digunakan sebagai syarat tambahan karena kendaraan sudah dimodifikasi agar dapat menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Modifikasi seperti pemindahan fungsi pengendalian kendaraan dari kaki ke tangan atau kursi pengemudi yang dapat ditarik keluar dari badan mobil. Lalu, modifikasi untuk kemudahan akses pada pengguna kursi roda dengan fasilitas portable ramp dan lift khusus.

5. SIM Internasional

Sebenarnya ada satu SIM lagi yang tidak masuk ke dalam SIM perorangan ataupun SIM Umum tetapi juga berlaku di Indonesia. SIM Internasional yang disebut International Driving Permit dalam Bahasa Inggris. Dokumen tersebut digunakan secara internasional untuk mengemudikan kendaraan bermotor berasarkan peraturan dari pemberlakuan SIM tersebut dari negara yang menerbitkannya. SIM Internasional dari warga negara Indonesia berlaku di negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa. Cara membuat SIM Internasional yang masa berlakunya hanya 3 tahun adalah memiliki SIM asli nasional dan paspor. Tentu saja pemilik jenis SIM ini memiliki pengalaman seru yang berbeda karena berkesempatan berkendaraan di luar negeri. Itu adalah mengenal lima jenis pembagian SIM yang berlaku di Indonesia.

Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
PERBEDAAN KLUB MOTOR, KOMUNITAS MOTOR, SINGLE FIGHTER DAN GENG MOTOR – Dedicate Your Passion

Bahasa Gaul Anak Motor Yang Digunakan Dalam Keseharian

Sensasi Mengendarai Motor Listrik 3 Roda dari Selis - Otomotif Liputan6.com

Empat Kendaraan Motor Anti Panas dan Hujan Dengan Harga Murah