in

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Bernafas merupakan sebuah tindakan yang terjadi secara alamiah pada seseorang dalam proses diatur oleh batang otak dengan bantuan otot-otot interkostalis. Melalui otot-otot tersebut yang berkontraksi berguna untuk membantu dalam memperluas ke rongga toraks, memekar paru-paru, dinding dada akan bergerak ke atas. Bagian lateral serta diafragma akan bergerak ke bawah, setelah proses inspirasi berhenti maka paru-paru akan mengerut. Namun, bagian diafragma akan naik secara pasif kemudian dinding dada kembali pada posisi semula. Normalnya sistem pernafasan manusia mengalami seperti itu. Meskipun tergantung pada detak jantung dari setiap individu. Lantas, apa bahayanya dari pernafasan Bradikardia? Yuk kenali mengenai gejala, penyebab serta pengobatan yang mesti Anda lakukan ketika merasakan pernafasan Bradikardia.

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan
Sumber Foto : cardofmich.com

Istilah Bradikardia dalam pernafasan mungkin sebagian orang masih awan dan tabu. Pengertian dari Bradikardia yaitu suatu kondisi jantung manusia yang berdetak lebih lambat dari biasanya. Pada umumnya melambatnya detak jantung seseorang tidak menimbulkan sebuah gejala ekstrem. Namun, berbeda ketika tempoh lambat detak jantung sering terjadi dan mengalami gangguan irama jantung. Secara langsung hal tersebut mempengaruhi bagian organ dan jaringan tubuh lain yang tidak terpenuhi pasokan darah.

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan
Sumber Foto : urgentmednetwork.com

Setiap orang memiliki detak jantung normal yang berbeda-beda, tergantung pada usia. Detak jantung normal untuk orang dewasa antara 60-100 kali dalam satu menit dan bagi anak-anak pada usia 1-12 tahun antara 80-110 kali per menit. Untuk bayi kurang dari 1 tahun berdetak 100-160 kali per menit. Untuk mengetahui normal atau tidaknya detak jantung dengan menghitung denyut nadi pada pergelangan tangan Anda selama satu menit.

Gejala-Gejala Bradikardia

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan
Sumber Foto : factdr.com

Pada umumnya detak jantung yang melambat tidak menimbulkan suatu gejala yang dirasakan. Gejala dari pernafasan bradikardia Anda akan merasakan seperti pusing, sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, perut terasa nyeri. Selain itu, bagian rahang atau lengan terasa sakit, pingsan, sianosis, kulit pucat, gangguan penglihatan, lemas dan mudah lelah, kebingungan. Itu semua karena pasokan darah untuk organ dan jaringan tubuh terganggu. Gejala tersebut terjadi apabila detak jantung melambat dalam waktu cukup sering dan disertai dengan aritmia.

Faktor Menyebabkan Bradikardia

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan
Sumber Foto : tricitymed.org

Ritme detak jantung yang melambat pada remaja, atlet dan orang yang sedang tidur dapat terjadi, tergolong normal. Tetapi jika kondisi tersebut menimbulkan gejala lain berupa pusing, sesak napas dalam jangka waktu berdekatan atau sering. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Ada beberapa faktor menyebabkan pernafasan bradikardia antara lain: bertambahnya usia, komplikasi akibat operasi jantung serta riwayat kondisi medis. Dan mengkonsumsi obat-obatan yang tergolong penghambat beta atau digoxin, selain itu faktor lainnya yang menyebabkan gejala pernafasan bradikardia yaitu:

Penderita Bradikardia Menggunakan Opioid

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : verywellhealth.com

Pengertian opioid adalah suatu zat penghilang rasa sakit berefek kecanduan tingkat tinggi. Dalam penggunaan zat opioid sering disalahgunakan, hal ini yang menjadi faktor dari beberapa negara melarang penggunaan zat tersebut. Opioid berpengaruh pada reseptor yang ada di bagian otak, sehingga memperlambat laju pernafasan. Zat opioid memiliki efek samping berbahaya lainnya seperti mengancam jiwa dan faktor yang menyebabkan nafas berhenti secara total. Terutama pada orang yang memiliki kondisi medis sleep apnea obstruktif dan penyakit paru-paru. Beberapa jenis opioid lain yang berbahaya yaitu morfin, heroin, kodein, hidrokon dan oksikodon. Reaksi penggunaan jenis zat opioid bersamaan dengan rokok, alkohol atau obat penenang memiliki risiko dua kali lebih besar.

Adanya Hipotiroidisme Pada Tubuh

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : elitecme.com

Gejala dari pernafasan bradikardia yaitu adanya hipotiroidisme dalam tubuh. Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh serta memiliki peran penting salah satunya untuk memproduksi hormon. Pengertian hipotiroidisme yaitu suatu gangguan terjadi pada kelenjar tiroid yang dapat menghambat produksi hormon. Hipotiroidisme menyebabkan kadar hormon menurun, sehingga bisa memperlambat berbagai proses dalam tubuh seperti pernafasan. Berakibat melemahnya otot-otot pernafasan, kondisi tersebut dapat menyebabkan kapasitas oksigen dalam paru-paru berkurang. Adapun gejala lain pada hipotiroidisme seperti rambut rontok, kelelahan kronis dan kulit kering.

Mengalami Keracunan

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : newatlas.com

Selanjutnya faktor munculnya gejala dari pernafasan bradikardia yaitu mengalami zat keracunan. Zat dari pembakaran tertentu bisa menyebabkan keracunan yang dapat mempengaruhi proses dalam tubuh seperti pernafasan. Salah satu zat mengganggu sistem pernafasan yaitu sodium azide. Zat tersebut merupakan zat kimia yang sering digunakan pada airbag mobil agar mengembang. Sodium zide terdapat pada bahan pestisida dan peledak, jika terhirup zat kimia ini bisa memperlambat sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular. Zat tersebut juga menimbulkan gejala seperti mual dan muntah, sakit kepala. Jenis zat berbahaya lain yang dapat mengganggu pernafasan adalah karbon monoksida. Gas karbon monoksida berasal dari pembakaran dan asap kendaraan. Apabila terhirup dalam jumlah tertentu, hal ini akan menyebabkan kadar oksigen menjadi berkurang dan gejala sakit kepala, pusing, gagal bernafas.

Cedera Kepala, Riwayat Medis

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : vchri.ca

Penyebab gejala dari pernafasan bradikardia kondisi tubuh terluka parah, sehingga menyebabkan cedera. Jika terdapat cedera pada bagian kepala yang tepatnya area batang otak atau kepala bagian bawah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan detak jantung atau bradikardia sekaligus bradipnea. Umumnya cedera kepala terjadi karena pukulan benda tajam, terjatuh ataupun mengalami kecelakaan. Gejala lain dari pernafasan bradikardia yaitu riwayat medis seperti penyakit pneumonia, edema paru, bronkitis kronis, asma kronis dan sindrom Guillain-Barre.

Diagnosa Pernafasan Bradikardia

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : medicalnewstoday.com

Hal pertama untuk mengetahui detak jantung normal atau tidak dengan melakukan pemeriksaan bagian pergelangan tangan dan leher. Lakukan pada saat beristirahat. Untuk hasil yang tepat dan terpercaya, sebaiknya memeriksakan diri langsung pada dokter. Anda akan melakukan tes tanya jawab bersama dokter tentang keluhan apa yang dirasakan. Meliputi gejala, riwayat penyakit, riwayat konsumsi obat-obatan dan riwayat medis dalam keluarga. Setelah itu, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan mengukur tekanan darah dan detak jantung menggunakan stetoskop.

Proses pemeriksaan bradikardia tergolong tidak mudah, hal ini karena jantung yang melambat tidak terjadi sepanjang waktu. Dokter melakukan tes elektrokardiografi untuk memeriksa aliran listrik pada jantung, tes ini tidak menyebabkan rasa sakit. Hasil dari tes elektrokardiografi akan menunjukkan kondisi detak jantung normal atau tidak. Jika hasilnya normal, dokter akan menganjurkan pasien untuk memilih penggunaan holter monitoring. Alat ini membantu dokter untuk melihat aliran listrik jantung pasien hingga seharian saat beraktivitas. Agar hasilnya sesuai pada praktik penggunaan alat ini harus dengan pengawasan dan anjuran dari dokter.

Pengobatan dan Pencegahan Bradikardia

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : verywellhealth.com

Untuk pengobatan bradikardia harus disesuaikan dengan gejala, penyebab masing- masing penderita. Jika faktor melambatnya detak jantung ini karena hipotiroidisme maka dokter akan menganjurkan untuk terapi pengobatan sesuai dengan kondisi itu. Apabila gejala dari pernafasan bradikardia karena penggunaan obat-obatan tertentu dokter akan menghentikan pengobatan. Lalu menggantinya dengan jenis obat atau menurunkan dosis obat tersebut. Jika pengobatan tersebut tidak menunjukkan hasil pemulihan kondisi pasien atau malah semakin memburuk. Dan berisiko tinggi untuk membahayakan bagian otak dan organ tubuh lain. Dokter jantung akan memberikan dan menganjurkan untuk menggunakan alat pacu jantung. Berupa alat kecil yang ditanamkan pada dada, berfungsi sebagai pengirim sinyal listrik ke jantung. Hal ini membantu detak jantung bekerja lebih cepat atau menstabilkan detak jantung pada pasien.

Bahayakah Pernafasan Bradikardia? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Kesehatan

Sumber Foto : bbva.ch

Sementara untuk pencegahan dari bradikardia harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dengan mengurangi rokok, menjaga berat badan ideal kemudian makan makanan kaya kandungan nutrisi, gizi seimbang dan rendah garam. Rutin lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan gula darah. Apabila dalam penangan yang salah atau terlambat dapat menyebabkan komplikasi bradikardia berupa sinkop (pingsan), hipertensi, gagal jantung dan hipotensi.

Untuk tips dan informasi seputar pola hidup dan tips kesehatan lainnya, silahkan kunjungi Tulizan Kesehatan.

What do you think?

Enthusiast

Written by Tulizan Kesehatan

Content Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar Drama Korea Bergenre Thriller Terbaik Selain Mouse!

Mengenal Slamet Rahardjo sebagai Penulis Skenario, Dapat Nominasi lho!