in

Etika berkendara Yang Wajib Dipahami Oleh Para Anak Motor

Jangan mengaku sebagai seorang biker sejati jika belum paham tentang etika menjadi anak motor. Sebenarnya siapapun bisa mengendarai motor tetapi tidak semua bikers paham tentang sopan santun berkendara di jalan raya. Lantaran masih banyak orang yang bertindakan secara sembarangan yang dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain. Padahal tujuan dari adanya etika berkendara adalah menghormati, menghargai, dan menjaga semua orang agar dapat selamat dan aman di perjalanan. Sayangnya masih banyak usaha yang perlu diperjuangkan untuk mewujudkan hal ini. Salah satunya adalah melakukan Kopdar pada sebuah komunitas motor. Kopdar yang merupakan akronim dari kopi darat adalah kegiatan berkumpul sesama anggota dari sebuah klub, komunitas, ataupun forum otomotif. Umumnya kegiatan ini dilaksanakan setiap satu minggu sekali ataupun tergantung kesepakatan bersama. Hari yang dipilih juga bervariasi tetapi secara umum pada akhir pekan. Tujuan acara kopdar tidak hanya membahas kegiatan yang akan dilakukan ke depan tetapi juga mengobrol santai.

Hal lain yang sangat perlu diperhatikan sebagai anak motor selain istilah dan bahasa gaul adalah etika dan sopan santun di jalanan. Apalagi saat ini masih banyak pengendara yang saling serobot dengan seenaknya saja ataupun memotong jalur tanpa mengindahkan kendaraan di belakangnya. Tentu saja itu dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri tetapi juga pengendara yang lain. Etika bermotor bertujuan untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Layaknya sebuah pepatah sedia payung sebelum hujan tetapi kenyataan yang terjadi justru kehujanan dulu baru memakai payung. Begitulah yang banyak terjadi dengan pengendara motor yang belum menerapkan etika dengan benar. Lantaran selama belum kejadian maka belum akan jera. Kendati begitu, tidak ada orang yang pernah mengharapkan untuk mendapatkan celaka dan tidak ada orang yang tahu kapan akan celaka. Namun, kecelakaan dapat dicegah yang memulai dari diri sendiri.

Etika berkendara Yang Wajib Dipahami Oleh Para Anak Motor Otomotif

Gambar: Disiplin berlalu lintas tidak hanya tanggung jawab petugas kepolisian tetapi kewajiban semua orang agar selamat sampai di tujuan seperti memastikan kondisi fisik dan jiwa sehat dan memastikan kesiapan kondisi mesin motor

Sebagaimana yang disampaikan TMC Polda Metro Jaya dalam situs resminya bahwa disiplin berlalu lintas tidak hanya tanggung jawab petugas kepolisian. Namun, itu merupakan kewajiban semua orang agar selamat sampai di tujuan. Sehingga ada beberapa tips untuk meminimalkan kecelakaan dan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara. Pertama adalah memastikan kondisi fisik dan jiwa sehat dengan melakukan sedikit pemanasan sebelum berpergian. Kedua adalah memastikan kesiapan kondisi mesin motor, bahan bakar, SIM dan STNK, serta bagian kendaraan lainnya. Hal yang juga perlu dipastikan adalah ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, dan busi. Ketiga adalah pengemudi dan pembonceng sama-sama menggunakan helm SNI yang full face. Juga memakai kacamata dengan ultra violet protection untuk melindungi pandangan mata agar lebih jelas dan tidak silau pada siang hari. Keempat adalah pengendara motor harus mempersiapkan jaket, body protector, sarung tangan, dan jas hujan untuk menghadapi kemungkinan perubahan cuaca.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pembonceng duduk menghadap ke depan. Keenam adalah selau memastikan lalu lintas aman saat menyeberang. Ketujuh adalah berkendara dengan kecepatan tidak lebih dari 60 km/jam untuk perjalanan di kota. Selain itu, pengendara juga tidak perlu berjalan dengan zig-zag terutama saat membawa balita atau orang tua. Kedelapan adalah tidak membawa muatan lebih dari dua orang. Kesembilan adalah selau mematuhi rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan. Selanjutnya, tidak mengambil jalur khusus pengguna jalan lainnya seperti jalur sepeda dan trotoar untuk pejalan kaki. Kesebelas adalah saat kecepatan di bawah 40 Km/jam maka gunakan lajur jalan paling kiri. Selain itu, jangan lupa untuk menyalakan lampu utama pada siang hari. Kemudian, tidak menggunakan aksesoris motor seperti kenalpot racing karena dapat yang membahayakan sekaligus mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Terakhir adalah sebelum mengawali perjalanan agar selalu berdoa untuk meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itulah tips agar meminimalisir kecelakaan.

Etika berkendara Yang Wajib Dipahami Oleh Para Anak Motor Otomotif

Gambar: Klakson secara berlebihan akan mengganggu pendengaran orang lain yang malah membuat salah paham hingga berujung keributan antar pengendara sehingga anak motor harus paham kapan waktu yang tepat dalam menggunakan klakson

Berikut ini adalah etika berkendara yang wajib dipahami oleh para anak motor :

1. Memahami waktu menggunakan klakson

Anak motor harus paham kapan waktu yang tepat dalam menggunakan klakson. Pasalnya klakson secara berlebihan akan mengganggu pendengaran orang lain yang malah membuat salah paham hingga berujung keributan antar pengendara. Sehingga gunakanlah klakson sewajarnya saja di waktu-waktu tertentu seperti saat memperingatkan pengendara lain bahwa ada masalah dengan ban mobilnya. Selain itu, klason juga berfungsi untuk memperingatkan kendaraan di depan yang tidak melihat adanya sisi blind spot.

2. Menggunakan lampu sein secara tepat

Etika berkendara selanjutnya yang wajib dipahami oleh para anak motor adalah menggunakan lampu sein secara tepat. Pengendara perlu memahami fungsi lampu sein sebagai pemberi tanda bahwa kendaraan tersebut akan berbelok ke kiri atau kanan bahkan lurus. Lampu sein juga wajib dinyala saat berada di tikungan, pertigaan, perempatan, atau mendekati U-Turn. Selain itu, pengendara juga harus membiasakan diri untuk memberikan tanda sein sekitar 20 meter sebelum berbelok. Hal ini untuk menghindari terjadinya tabrakan yang tidak terduga.

Etika berkendara Yang Wajib Dipahami Oleh Para Anak Motor Otomotif

Gambar: Semua pengendara wajib memiliki surat ijin mengemudi (SIM) agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan sebagai bukti kredibilitas dalam kelayakan mengendarai sepeda motor secara legal di jalan raya

3. Memiliki SIM sebagai bukti kredibilitas

Semua orang harus memiliki surat ijin mengemudi (SIM) agar dapat berkendara. Sebab mereka dapat dipertanggungjawabkan secara hukum yang sah dengan dokumen tersebut. Selain itu, pengendara juga memiliki bukti kredibilitas dalam kelayakan mengendarai motor di jalanan.

4. Tidak Memotong Jalan Secara Mendadak

Memotong jalan secara mendadak sangat sering dilakukan oleh pengendara terutama saat mereka dalam keadaan tergesa-tergesa karena sedang diburu waktu. Padahal hal tersebut tidak pernah dibenarkan karena mengundang risiko yang dapat membahayakan keselamatan tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain. Sehingga masuk ke dalam etika berkendara yang wajib dipahami oleh para anak motor bahkan pengemudi kendaraan apapun.

Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Daebak! Ternyata Segini Bayaran Penulis Skenario Drama Korea Per Episodenya, Bikin Melongo! - Halaman 2 - TribunStyle.com

Lima Penulis Naskah Drama Korea Dengan Karya-karya Terbaik

Individualist Miss Ji Young' Chemistry Penuh Debaran Gong Myung dan Min Hyo Rin – CastKo

8 Judul Web Drama Yang Memiliki Plot Cerita Bagus dan Menarik