in

Fakta Soal Aturan dan Larangan di Industri Hiburan Korea Selatan

Ada banyak fakta menarik tentang industri hiburan Korea Selatan yang semakin populer di kalangan masyarakat dunia. Negara yang merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945 ini sukses menyebarkan Hallyu Wave secara internasional. Korea Selatan tidak hanya berhasil dengan industri Kpop dan Kdrama tetapi juga peyebaran budaya secara keseluruhan. Kendati begitu, Korea Selatan menerapkan berbagai aturan dan larangan demi menjaga konsistensi industri mereka agar tidak redup.

Salah satu yang menarik mengenai penerapan jumlah episode yang relatif minim dalam sebuah drama. Aturan ditetapkan dengan berbagai pertimbangan seperti agar memberikan kesempatan kepada penulis skenario secara lebih intensif mengeksplorasi unsur-unsur intrinsik dalam cerita. Tujuannya agar semakin menguatkan alur cerita sehingga tidak melenceng dari tema yang diusung. Apalagi pengemasan cerita merupakan unsur paling sakral demi mendapatkan semakin banyak atensi publik.

Pertimbangan selanjutnya mengapa drakor memiliki episode yang singkat agar menjaga minat penonton untuk menyelesaikan serial tersebut. Pasalnya pola penayangan yang konsisten membuat mereka tidak akan merasa bosan dengan tema drama. Memang tidak ada jaminan secara pasti kalau semua drama dengan jumlah episode minim selalu digemari penonton. Namun drakor dengan durasi 16-20 episode lebih sering menyita perhatian mereka.

Faktanya adalah hampir sebagian besar drama ditargetkan untuk kalangan yang lebih banyak menghabiskan waktu mereka di rumah. Namun, beberapa drama menyasar target penonton tertentu seperti pelajar atau mahasiswa yang memiliki waktu senggang terbatas. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan agar drama tersebut tayang relatif singkat. Seandainya mereka tidak sempat menonton saat waktu penayangannya maka mereka dapat menonton secara maraton semua episode di akhir pekan.

Fakta Soal Aturan dan Larangan di Industri Hiburan Korea Selatan Drama Korea

Gambar: Produksi satu judul drama memerlukan biaya yang sangat mahal tetapi itu seimbang dengan antusiasme dari penonton drakor yang semakin hari semakin banyak saja

Produksi satu judul drama memerlukan biaya yang sangat mahal terutama drama yang menggunakan latar tempat luar negeri atau teknologi tertentu. Sehingga produser lebih memilih pengemasan cerita yang cenderung ringkas sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas drama dengan lebih efektif dan efisien. Pasalnya jumlah episode yang panjang tentu membutuhkan penambahan biaya produksi. Lagi pula produser juga perlu mempertimbangkan estimasi keuntungan yang diperoleh secara serius terutama jika drama tidak terlalu meraih rating bagus.

Pihak lain yang juga memegang andil krusial terkait jumlah episode adalah rumah produksi dan stasiun televisi. Variasi beberapa judul drama akan lebih baik dalam slot penayangan dibandingkan satu judul untuk sekian slot. Tentu penonton akan merasa lebih antusias dengan dengan tema cerita yang beragam. Sehingga mereka akan menunggu penayangan episode selanjutnya dengan suka ria. Terlebih lagi beberapa judul dalam sehari tentu membuat penonton tidak bosan dan suasana tidak monoton.

Berikut ini adalah fakta soal peraturan dan larangan di industri hiburan Korea Selatan :

Fakta Soal Aturan dan Larangan di Industri Hiburan Korea Selatan Drama Korea

Gambar: Industri hiburan Korea Selatan sangat maju dengan penyebaran produk budaya populer Kpop dan Kdrama seperti konser online dari BTS yang sangat sukses

1. Peraturan

Industri hiburan Korea Selatan sangat maju dengan penyebaran produk budaya populer seperti Kpop dan Kdrama. Pemerintahnya menerapkan beberapa peraturan unik yang harus dipatuhi. Pertama adalah membuat peraturan untuk pekerja di bawah umur demi melindungi mereka dari pemaksaan kerja. Semua pekerja anak yang berusia di bawah 15 tahun hanya diperbolehkan untuk bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu. Selain itu, artis di bawah usia legal tidak diperbolehkan untuk mengikuti acara televisi lebih dari tengah malam.

Kedua adalah penerapan aturan sensor pada benda tajam, wajah tersangka dan korban hingga tato demi menjunjung tinggi nilai moral budaya. Sehingga banyak pengisi acara yang harus menutup tato mereka selama tampil di beberapa acara televisi. Ketiga adalah artis harus memiliki citra baik meskipun tidak tertulis secara rinci dalam Undang-Undang Penyiaran. Pasalnya publik akan mengkritisi mereka yang memiliki citra buruk seperti pernah terlibat kasus kriminal. Tentu saja tanggapan publik ini memberikan dampak pada sang artis yang bisa sampai menyebabkan karir mereka harus terhenti.

Keempat adalah harus menggunakan bahasa formal dan sopan saat tampil di layar kaca televisi. Sebenarnya aturan ini juga merupakan aturan tidak tertulis tetapi Korea Selatan memang sangat mementingkan soal strata. Sehingga artis tidak boleh sembarangan berbicara meskipun hubungan di antara mereka sangat dekat. Terakhir adalah aturan penyiaran tentang artis yang pernah terlibat kriminal atau skandal di Korea Selatan. Lantaran perwakilan dewan Korea Selatan mengajukan revisi UU Penyiaran agar melarang artis dengan catatan kriminal untuk kembali ke layar kaca.

Fakta Soal Aturan dan Larangan di Industri Hiburan Korea Selatan Drama Korea

Gambar: Fakta tentang industri hiburan Korea Selatan mengenai larangan yang berlaku tetapi beberapa larangan tersebut justru sering ditemui dalam adegan di film atau drama Korea

2. Larangan

Fakta selanjutnya tentang industri hiburan Korea Selatan mengenai larangan yang berlaku. Namun menariknya adalah beberapa larangan tersebut justru sering ditemui dalam film atau drama Korea seperti adegan berjudi di kasino. Padahal warga Korea Selatan dilarang melakukan perjudian di luar negeri bahkan dianggap ilegal. Kedua adalah penerapan hukuman denda kepada orang yang ketahuan meludah baik karena terekam dan dilaporkan. Selanjutnya adalah tato yang sering dipertontonkan dalam aksi laga tidak hanya di film tetapi juga drama. Padahal secara fakta bahwa mentato tubuh dianggap telah melanggar peraturan yang berlaku di Korea Selatan. Seandainya pun tetapi melakukan harus melalui dokter bersertifikasi khusus.

Mantan Presiden Park Geun Hye berusaha mengesahkan undang-undang yang mengatur tentang larangan menggunakan rok mini di Korea Selatan. Mereka yang mengenakan rok mini akan mendapatkan denda sampai 50 ribu won atau setara dengan 670 ribu rupiah. Namun, kenyataannya aktris dalam film dan drama serta idola perempuan di atas panggung masih banyak yang justru memakai rok mini. Larangan selanjutnya yang juga diperankan artis Korea Selatan dalam drama adalah pedagang kaki lima. Sebenarnya orang yang menjual camilan, jajanan, hingga minuman alkohol di pinggir jalan termasuk ilegal. Lantaran para pedagang tersebut tidak membayar pajak. Selain itu, aktivitas mereka dianggap melanggar ketertiban umum karena berjualan di tempat yang tidak seharusnya. Terakhir adalah pemerintah Korea Selatan benar-benar menerapkan sanksi yang berat terhadap perokok terutama mereka yang merokok di tempat umum. Hukumannya denda sebanyak 100 ribu won atau setara dengan 1,3 juta rupiah. Itu adalah fakta soal peraturan dan larangan di industri hiburan Korea Selatan.

Untuk informasi seputar drama korea lainnya, silahkan kunjungi Tulizan DraKor.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Expert

Written by Tulizan Korea

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Mencoba Aplikasi Belajar Online dengan Ponsel Rp1 Jutaan Galaxy A01 Core

6 Aplikasi Terbaik Yang Bahas Informasi Soal Teknologi Otomotif

Etika Berkendara di Jalan Raya, Para Pemotor Perhatikan Ini - News+ on RCTI+

Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik