in ,

Fenomena Indah Pacaran Bagi Remaja

*MEMADU KASIH DI TAMAN KOTA: *Sepasang pelajar SMP tengah memadu kasih di taman kota Lembah Gurame, Depok, Jawa Barat, Selasa (27/1). Kurangnya pengawasan dari petugas setempat, membuat taman kota yang sedianya difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau dan arena bermain sekaligus tempat rekreasi keluarga tersebut acap kali disalahgunakan sebagai tempat mengumpat untuk memadu kasih bagi sebagian remaja di bawah umur ataupun pelajar. FOTO: *MI/ BARY FATHAHILAH*

Masa remaja adalah masa yang paling indah, terutama ketika menjadi anak SMA. Banyak orang yang setuju dengan pernyataan tersebut. Remaja harus senang bertualang sehingga banyak hal yang ingin dicoba karena mereka sedang mencari jati diri. Banyak remaja yang berpendapat, hidup cuma satu kali dan masa-masa remaja tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. Kondisi psikologis yang masih sangat labil membuat remaja harus berhati-hati dalam pergaulan, terutama ketika remaja pacaran karena mereka bisa terjerumus dalam kegelapan.

Fenomena Indah Pacaran Bagi Remaja Pendidikan Percintaan
Sumber: https://www.wajibbaca.com/2015/12/fenomena-pacaran-dan-pergaulan-bebas-di.html

Hakikat Remaja

Masa remaja sebagai peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa ini berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi perempuan dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi laki-laki. Masa pencarian jati diri ini membuat setiap manusia bersikap sangat labil sehingga hampir semua hal dilakukan dengan kebimbangan yang kerap dinamakan galau. Remaja juga mulai tertarik terhadap lawan jenis sehingga muncul fenomena remaja pacaran.

Pacar adalah orang yang spesial dalam hati. Namun, ada fenomena yang miris terjadi dalam masyarakat sekarang. Pacar bukanlah orang yang spesial dalam hati saja, bahkan lebih dari itu. Pacar sudah seperti pasangan suami atau istri. Pada kenyataannya, pacaran hanya menjadi ajang pelampiasan hawa nafsu, pertunjukan rasa gengsi, popularitas, pamer, dan keuntungan pribadi. Remaja yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan dan belum memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah melakukan hal-hal yang semestinya tidak mereka lakukan.

Pacaran sangat dipengaruhi oleh kebiasaan individu-individu dalam masyarakat. Proses pacaran dimulai dari pendekatan untuk saling mengenal kepribadian hingga menjalin hubungan yang eksklusif. Kini pacaran sudah menjadi tren dalam masyarakat. Bahkan, orang-orang yang tidak pacaran dianggap kuno. Tren dalam masyarakat ini terjadi bukan tanpa sebab. Jika ditelusuri, penyebab remaja pacaran adalah orang tua. Para orangtua tidak melarang anaknya pacaran. Mereka menganggap pacara itu hal yang lumrah tanpa memikirkan akibatnya nanti.

Pentingnya Figur Nyata dalam Kehidupan

Remaja membutuhkan bimbingan dan figur nyata yang paling berpengaruh dalam hidup mereka, yakni ayah dan ibu. Kedua orangtua sangat berperan dalam pendidikan karakter dan moral bagi anak-anak mereka karena rumah dan keluarga adalah tempat utama dan dasar pendidikan yang kuat. Oleh sebab itu, orangtua harus memerhatikan anak-anak mereka dengan seksama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang sesat ketika mereka beranjak dewasa.

Fenomena Indah Pacaran Bagi Remaja Pendidikan Percintaan
Sumber: https://arnolduswea.com/gagasan/peran-orang-tua-dalam-perkembangan-kognitif-anak/

Sebagian besar remaja sulit untuk diarahkan dan bertingkah semaunya sendiri. Mereka merasa bukan anak kecil lagi yang harus selalu dibimbing dan diatur oleh orangtua, padahal mereka masih belum paham hal-hal yang terbaik untuk dirinya. Para remaja tersebut hanya tahu hal-hal yang mereka sukai dan tidak mereka sukai berdasarkan emosi saja. Mereka juga belum mampu menentukan hal-hal yang baik dan buruk seperti memilih hiburan atau tontonan yang mereka lihat pada media siar seperti televisi dan media sosial seperti Youtube, Instagram, dan masih banyak lagi.

Pengaruh Media yang Besar

Pada era digital seperti saat ini, banyak sekali media terutama televisi dan Youtube yang menyiarkan acara-acara hiburan yang tidak mendidik. Sinetron remaja zaman sekarang kerap mengisahkan kisah cinta anak sekolah dengan kehidupan yang serba modern dan kaya. Tontonan seperti ini bisa menjadi pengaruh yang tidak baik karena remaja yang menonton mungkin meniru gaya hidup dalam sinetron. Fakta yang menyedihkan adalah tontonan seperti ini justru sangat disukai oleh remaja dan anak-anak yang belum mengerti benar hakikat dari pacaran.

Fenomena Indah Pacaran Bagi Remaja Pendidikan Percintaan
Sumber: https://www.wajibbaca.com/2015/12/fenomena-pacaran-dan-pergaulan-bebas-di.html

Sinetron yang tayang di televisi selalu menampilkan lika-liku cerita cinta dua sejoli belia. Kehidupan mereka tampak menyenangkan dan sangat berwarna karena mereka pacaran. Oleh sebab itu, fenomena remaja pacaran menjadi sangat lumrah. Bahkan, mereka justru dianggap aneh jika belum pernah berpacaran sama sekali. Orang-orang seperti itu akan dicap tidak normal, tidak laku, atau tidak gaul jika tidak punya pacar.

Remaja Pacaran secara Terang-Terangan

Kita pasti sering melihat di jalan, di mall atau di tempat umum, banyak remaja yang berseragam sekolah tidak sungkan bergandengan tangan atau berpelukan dengan pacar mereka. Mereka benar-benar tidak merasa risih saat diperhatikan oleh banyak orang. Mereka malah bangga memamerkan status sudah laku karena sudah punya pacar. Fenomena yang menyedihkan ini benar-benar tidak sesuai dengan norma-norma agama dan sosial. Mereka tidak menghiraukan pembicaran dan pendapat orang lain asalkan mereka happy.

Pada masa kini, kita mendengar kasus pelajar melahirkan di sekolah, bahkan bayi dibuang atau dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri. Fakta miris lainnya adalah ada pelajar yang mengikuti Ujian Nasional sambil menggendong bayi. Kita semua harus merenung dan introspeksi diri, tetapi tidak boleh saling menyalahkan karena fenomena buruk yang terjadi. Kita terutama para orangtua harus mencari jalan keluar supaya remaja-remaja tidak rusak moralnya dan terjerumus dalam pergaulan bebas yang menyesatkan sehingga masa depan mereka menjadi suram.

Tidak ada untungnya remaja pacaran secara berlebihan. Kedua belah pihak akan merugi. Pihak lelaki akan mengeluarkan banyak uang karena harus sering mentraktir atau antarjemput pacar yang membutuhkan bensin untuk kendaraan. Sedangkan pihak perempuan jauh lebih merugi karena ia akan sering dipeluk, dipegang, atau dicium oleh pacarnya. Bahkan, perempuan bisa kehilangan keperawanan karena dipaksa oleh sang pacar untuk melakukan hubungan intim yang hanya boleh dilakukan oleh suami istri. Sungguh menyeramkan!

Jadilah remaja yang berbeda dari remaja lainnya. Buktikan kepada banyak orang kalau kamu bisa berprestasi dan membuat kedua orangtua. Akhlak yang baik akan membawa banyak kebaikan pada masa yang akan datang. Tinggalkan saja teman yang membawa pengaruh buruk seperti remaja pacaran daripada kamu justru terbawa menjadi buruk. Jadilah anak gaul yang bergaul dengan orang-orang berbakat dan berprestasi sehingga termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Untuk tips tentang pendidikan lainnya, silahkan kunjungi Tulizan Pendidikan

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
49ac5afc2120c19859fd941890015ab3.jpg

Tanda Dia Mencintai Dirimu Secara Diam-Diam

DAY6 temporarily suspends team activities - Entertainment - The Jakarta Post

Mampu Memanjakan Telinga, Berikut Lagu-lagu Day6 Yang Bikin Galau!