in

Haruskah Beralih ke Startup di Masa Pandemi?

Mengambil pekerjaan di startup selalu dianggap sebagai langkah yang lebih berisiko, termasuk di masa pandemi. Banyak yang berpikiran bahwa lebih baik bekerja untuk perusahaan yang sudah lama berdiri. Mereka memiliki rekam jejak yang baik dan sudah melewati badai terdahsyat sekalipun. Lalu, bagaimana dengan pilihan untuk menjalani startup di masa pandemi? Apakah itu pilihan yang buruk?

Seberapa stabil perusahaan baru di tengah keadaan yang tidak pasti seperti saat ini? Bisakah sebuah startup berhasil sekarang?

Bertentangan dengan apa yang mungkin dipikirkan, bergabung dengan perusahaan rintisan tidak selalu berisiko. Bahkan, perusahaan besar banyak yang melakukan PHK terhadap karyawannya di tahun 2020. Lantas, apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Berikan Penilaian Industri Secara Menyeluruh

Pandemi telah menghancurkan banyak industri, termasuk hiburan dan perjalanan. Di sisi lain, beberapa sektor industri mengalami kenaikan omset di masa covid-19. Pelajari hal tersebut dengan meluangkan waktu untuk menganalisis industri secara menyeluruh. Jenis industri seperti apa yang mengalami kenaikan dan penurunan di masa sulit ini. Anda juga bisa memanfaatkan kolega yang bekerja di industri tertentu. Atau, tanyakan kepada kerabat, alumni perguruan tinggi, dan lainnya.

Memahami dan Mempelajari Model Bisnis

Jika Anda memilih beralih ke startup di masa pandemi, cobalah untuk memahami dan mempelajari model bisnisnya terlebih dahulu. Bagaimana cara menghasilkan uang dengan cara yang cerdas dan pendapatan iklan yang stabil.

Tanyakan narasumber bagaimana akuisisi dan retensi pelanggan yang dipengaruhi oleh pandemi. Hal demikian bertujuan untuk memahami seberapa sensitifnya bisnis terhadap penurunan saat ini. Tanyakan kepada karyawan tentang model bisnis perusahaan rintisan yang berubah semenjak pandemi virus korona melanda. Seberapa cepat mereka mengubah posisi dan seberapa sukses strategi baru tersebut jika diaplikasikan dalam bisnis.

Jika perusahaan mampu beradaptasi dan menemukan cara baru untuk berkembang, itu berarti bahwa mereka mengetahui cara mengatasi tantangan. Berupaya untuk bisa beradaptasi agar meraih keberhasilan. Perusahaan tersebut berkemungkinan akan berkembang dengan pesat.

Haruskah Beralih ke Startup di Masa Pandemi? Karir

Source: witszen.com

Mengenali dan Menggali Siapa Pendiri Startup

Mengetahui siapa pendiri startup sebelum berinvestasi adalah aspek terpenting dalam berbisnis. Meskipun Anda tidak selalu bisa memprediksi apa yang akan terjadi nantinya, setidaknya Anda dapat melihat rekap jejak siapa saja yang berada di baliknya.

Terutama jika startup tersebut masih dalam tahap benar-benar baru memulai. Mereka hanya memiliki sejarah singkat. Namun, Anda dapat melihat dan mempelajari siapa mereka. Sejauh mana sepak terjang mereka di dunia startup. Apa gebrakan mereka untuk beralih ke startup di masa pandemi. Anda bisa mengetahuinya dengan mengecek profil mereka di LinkedIn maupun Crunchbase.

Apakah mereka pernah mendirikan atau memimpin perusahaan sebelumnya? Bagaimana kinerja dan kebijakan perusahan tersebut? Apakah perusahaan tersebut menghadapi kesulitan? Apakah mereka berhasil mempelajari dan mengatur strategi bisnis baru? Pendiri perusahaan yang sudah melewati resesi 2008 mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi setelah sebelumnya memimpin organisasi melalui pusat ekonomi.

Anda juga bisa menyelidiki tentang pendiri perusahaan dengan menanyakan mereka pada para investor dan klien mereka. Apakah orang-orang itu memiliki sejarah dalam industri atau pengalaman memimpin dalam melewati masa-masa sulit? Meskipun mereka tidak dapat mencegah kebangkrutan itu terjadi. Namun, penting untuk megetahui sejauh mana mereka bisa mengarahkan bisnis untuk mencegah collapse itu terjadi.

Meninjau Keadaan Keuangan

Investor pemula menghabiskan banyak waktu untuk memahami keuangan perusahaan. Ini dilakukan untuk memastikan kestabilan keuangan perushaan. Secara khusus, Anda ingin melihat pendapatan tahunan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Bagaimana kinerja mereka di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya? Apakah mengalami penurunan atau kehancuran total? Sebelum pandemi, apakah perusahaan mengalami pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun? Seberapa rinci perusahaan mencantumkan hal ini sebagai informasi yang tertera di profil perusahaan? Biasanya, Anda perlu melakukan wawancara khusus terkait hal privasi ini.

Anda juga ingin bertanya tentang landasan pacu perusahaan saat ini. Berapa banyak uang yang mereka miliki di bank untuk melanjutkan operasi. Informasi yang jarang tersedia untuk umum, namun begitu penting untuk dipahami. Apakah perusahaan dapat bertahan di tahun 2021 hingga seterusnya.

Ini merupakan hal yang benar-benar bersifat rahasia. Perusahaan mungkin tidak mau membagikan setiap rincinya. Tetapi, banyak yang akan melihat permintaan tersebut sebagai tanda bahwa Anda peduli dengan masa depan bisnis.

Dikutip dari themuse.com, CEO Startup QuillBot, Rohan Gupta mengatakan bahwa beberapa kandidat yang cerdas pasti ingin tahu dan bertanya tentang run rate and burn. Memang tidak semua perusahaan akan menjelaskan hal tersebut. Jika para pendiri memberikan jawaban atas pertanyaan demikian, itu menandakan bahwa mereka memahami bisnis secara keseluruhan. Mulai dari keyakinan untuk menjalankan bisnis hingga tujuan startup di masa pandemi.

Haruskah Beralih ke Startup di Masa Pandemi? Karir
Source: education.report

Nilai Budaya

Jika Anda di-PHK di masa pandemi, Anda mungkin bersedia untuk mengambil pekerjaan apa pun. Akan tetapi, bersabarlah untuk memastikan bahwa itu adalah peluang yang tepat. Pastikan Anda bisa meraih kesuksesan di tempat yang baru. Karena tidak seharusnya Anda terjebak dalam pencarian pekerjaan di masa sulit seperti ini dalam waktu yang lama.

Memahami budaya perusahaan bisa saja menjadi hal yang begitu sulit. Terutama jika Anda tidak menghabiskan waktu di kantor selama proses wawancara. Oleh karenanya, coba ajukan beberapa pertanyaan terkait. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Nilai-Nilai Inti Perusahaan

Apa nilai-nilai inti yang dipegang perusahaan? Bagaimana nilai-nilai tersebut dijalankan sehari-hari melalui platform video meeting?

2. Norma Kerja

Apa norma kerja sehari-hari dan minggu-ke-minggu? Bagaimana hal tersebut berubah selama pandemi?

3. Perubahan Budaya

Bagaimana mereka mengantisipasi perubahan budaya ketika semua orang kembali ke kantor? Apa yang akan kembali ke “normal”? Tradisi dan norma baru apa yang akan bertahan?

4. Perkembangan Perusahaan

Tanyakan kepada setiap orang yang akan diajak bicara tentang beberapa versi pertanyaan ini. Lihatlah tema umum apa yang muncul selama percakapan berlangsung. Setelah itu, tanyakan pada diri. Apakah ini tampak seperti tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu dan perjalanan hidup dalam karir?

Apabila COVID mengajarkan kita sesuatu, itu merupakan hal yang tidak terduga. Walaupun Anda tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya. Anda bisa melakukan apa saja untuk meyakinkan diri sendiri bahwa memilih startup di masa pandemi itu adalah pertimbangan yang kokoh.

Jangan takut untuk meneliti, menyelidiki, dan mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin. Bebas, selagi Anda menganggap itu penting dan perlu dilakukan. Itu tidak hanya akan memungkinkan Anda untuk berlanjut ke langkah selanjutnya dengan percaya diri. Tetapi Anda juga akan terlihat lebih menonjol sebagai kandidat yang bijaksana dan tajam dalam prosesnya.

Untuk tips seputar karir lainnya, kamu bisa kunjungi Tulizan Karir.

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Karir

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Park Joo Hyun Pasangan Lee Seung Gi di Mouse, Ini Biodata-nya!

Investasi Emas Perhiasan Atau Batangan, Lebih Untung Yang Mana