in

Kebijakan Kampus Merdeka Sebagai Terobosan dalam Pendidikan Tinggi

Kebijakan kampus merdeka memang dirancang khusus untuk perguruan tinggi karena memiliki peran yang amat penting dalam pembangunan dan pemberdayaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada era globalisasi dan modernisasi, perguruan tinggi dituntut untuk menjadi adaptif supaya bisa mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Namun, ada berbagai penyakit yang menjangkiti perguruan tinggi di Indonesia seperti sistem birokratis yang ketat di perguruan tinggi sehingga membelenggu kebebasan para mahasiswa. Bahkan, sistem birokratis ini juga menghalangi perguruan tinggi untuk bersaing dan berkembang.

Persoalan lainnya adalah kualitas lulusan perguruan tinggi yang belum mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Faktanya, para lulusan perguruan tinggi masih harus mengikuti berbagai pelatihan yang digelar oleh lembaga atau perusahaan supaya mampu menyelesaikan berbagai tugas dan kewajiban sebagai pekerja. Kampus masih dipandang sekadar tempat mahasiswa dijejali buku, teori, dan konsep yang sering tak sesuai kebutuhan dunia nyata (kerja). Jadi, perlu ada terobosan baru dalam sistem perguruan tinggi agar benar-benar mampu mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Makna Merdeka Belajar

Merdeka belajar adalah kebebasan dan otonomi yang diberikan kepada lembaga pendidikan sehingga perguruan tinggi bisa merdeka dari birokratisasi. Para dosen diberi kebebasan dari birokrasi vang rumit dalam penyelesaian administrasi pengajaran dan kewajiban lainnya. Para mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk memilih mata kuliah yang disukai, walaupun mata kuliah tersebut berbeda dari jurusan yang ditempuh. Kampus Merdeka memiliki tujuan, yaitu mendorong para mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang bermanfaat dalam dunia kerja. Bahkan, konsep merdeka belajar ini memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus.

Kebijakan Kampus Merdeka Sebagai Terobosan dalam Pendidikan Tinggi Pendidikan

Sumber: https://baa.itpln.ac.id/id/NTc3-Mendikbud-Luncurkan-Empat-Kebijakan-Merdeka-Belajar:-Kampus-Merdeka.html

Definisi Kampus Merdeka

Kebijakan kampus merdeka adalah sebuah konsep baru yang memberikan kemerdekaan belajar di perguruan tinggi. Pada dasarnya, konsep ini adalah lanjutan dari konsep merdeka belajar. Perencanaan yang dilakukan untuk menerapkan konsep kampus merdeka adalah pemerintah harus mengubah peraturan menteri.

Konsep ini akan segera diterapkan supaya pembelajaran yang lebih berkualitas bisa terwujud. Para mahasiswa akan diberikan keleluasaan selama dua semester untuk melakukan kegiatan di luar kelas sehingga mereka bisa lebih bersosialisasi dengan lingkungan lain. Konsep ini mengajarkan para mahasiswa untuk belajar caranya hidup di lingkungan masyarakat sehingga mereka akan mudah beradaptasi di dunia kerja nantinya. Selain itu, kampus merdeka ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang ingin diambil. Tujuannya adalah para mahasiwa akan mempunyai kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang bisa dipakai ketika bekerja atau berwirausaha setelah lulus kuliah.

Program Kampus Merdeka

Kebijakan Kampus Merdeka diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran. Salah satu inovasinya adalah kolaborasi antara universitas dengan berbagai pihak di luar kampus. Selain itu, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) diberikan hak otonomi untuk membuka program studi baru supaya kebutuhan dan tantangan dunia kerja bisa ditangani dengan cepat. Dengan syarat, PT tersebut sudah mengantongi akreditasi A atau B dan sudah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities seperti PBB, Bank Dunia, USAID, BUMN, BUMD, Top 100 World Universities berdasarkan QS ranking. Pasalnya selama ini, PTN Badan Hukum (BH) saja yang memiliki kebebasan untuk membuka prodi baru.

Kebijakan Kampus Merdeka Sebagai Terobosan dalam Pendidikan Tinggi Pendidikan

Sumber: https://blog.ruangguru.com/kebijakan-kampus-merdeka

Kerja sama antara perguruan tinggi dan organisasi dalam pendirian prodi baru tersebut meliputi penyusunan kurikulum, praktik kerja atau magang, dan penempatan kerja bagi para mahasiswa. Semangat gotong royong dan sinergi seluruh aspek masyarakat, baik perguruan tinggi maupun perusahaan atau industri diperlukan untuk meningkatkan kualitas lulusan-lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, keselarasan antara kemampuan dan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja bisa tercipta. Kebijakan baru ini harus didukung dengan semangat efisiensi, kolaborasi, dan fleksibilitas dalam sistem perguruan tinggi. Para mahasiswa sudah selayaknya diberi kebebasan dan keleluasaan dalam belajar. Terutama supaya kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik sehingga tercipta era baru yang positif bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Kemendikbud telah meluncurkan kebijakan baru pada Jumat 24 Januari 2020 yang bernama “Merdeka Belajar: Kampus Merdeka”. Ada empat poin besar dalam kebijakan Kampus Merdeka dengan penjelasan sebagai berikut.

1. PTN Satuan Kerja Berubah Menjadi PTN Badan Hukum

PTN Satuan Kerja adalah perguruan tinggi negeri yang menyediakan layanan umum. Kebijakan kemendikbud untuk mengubah PTN satuan kerja menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH) dilakukan supaya perguruan tinggi memiliki kekuatan hukum. Perubahan ini dilakukan karena adanya tuntutan untuk berkompetisi secara nasional dan internasional. Semua PTN dengan status badan hukum akan memperoleh keleluasaan untuk bermitra dengan industri serta berbagai organisasi komersil dan nonkomersil sehingga pihak kampus lebih leluasa untuk melakukan proyek komersial. PTN BH juga bisa mengubah pengaturan keuangan internal kampus dengan cepat sesuai prioritas kebutuhan.

2. Kemudahan Dalam Akreditasi Perguruan Tinggi

Kebijakan kampus merdeka lainnya adalah kemudahan dalam akreditasi perguruan tinggi. Kebijakan ini berhubungan dengan pelaksanaan reakreditasi secara otomatis dan sukarela bagi perguruan tinggi untuk semua peringkat. Dalam penerapan kampus merdeka, akreditasi tetap diberlakukan selama lima tahun dan dapat diperbaharui secara otomatis. Syarat akreditasi ini adalah minimal akreditasi B dan sudah bekerja sama dengan lembaga, universitas, atau perusahaan bonafid di dunia seperti World Bank, United Nations, atau Harvard University. Setiap perguruan tinggi yang mendapat akreditasi A berpeluang untuk memperoleh akreditasi internasional.

3. Hak untuk Membuka Prodi Baru

Kebijakan lain dalam kampus merdeka adalah pemberian hak dan otonomi kepada semua perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membuka program studi baru. Ada persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu PTN atau PTS sudah mendapat akreditasi minimal B. Syarat lainnya adalah PTN atau PTS sudah melakukan kerjasama dengan organisasi atau universitas yang masuk pada QS top 100 world universities. Namun, ada pengecualian untuk prodi pendidikan dan kesehatan. Kerja sama tersebut meliputi penyusunan kurikulum, praktik kerja lapangan atau magang, dan penempatan kerja bagi mahasiswa. Kemdikbud akan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan terhadap prodi baru setiap tahunnya.

4. Program Dua Semester di Luar Kampus

Kebijakan selanjutnya ditujukan kepada para mahasiswa, yaitu pemberlakuan kegiatan selama dua semester di luar kampus. Contoh kegiatan di luar kampus antara lain magang atau praktik kerja di organisasi atau perusahaan. Seperti mengajar masyarakat di daerah terpencil, praktik wirausaha, membantu riset atau penelitian dosen atau mahasiswa S2 dan S3, dan masih banyak lagi. Kegiatan di luar kelas ini mampu mendorong para mahasiswa untuk mandiri. Mereka juga diharapkan bisa menerapkan ilmunya dalam suatu bidang kerja sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi dunia kerja yang semakin sulit.

Itulah kebijakan kampus merdeka yang sudah mulai diterapkan di berbagai perguruan tinggi sejak tahun 2020. Kebijakan ini diharapkan bisa memajukan pendidikan Indonesia dan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Semangat menuju perbaikan!

Untuk mengetahui informasi seputar dunia pendidikan lainnya, silahkan kunjung Tulizan Pendidikan

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
11 Tempat Wisata Di Inggris, Pesona Wisata Negeri Raja

Ini Dia Destinasi Wisata di Inggris Yang Patut Kamu Kunjungi

Ini Kebiasaan Yang Harus Dihindari Agar Tidak Boros Setelah Gajian