in

Komunitas Sepeda di Indonesia Dengan Anggota Puluhan Ribu Orang

Saat ini bersepeda menjadi sebuah fenomena yang sedang hype di media sosial. Pasalnya banyak orang yang sampai rela untuk antre demi dapat membeli sepeda untuk mengikuti tren. Memang olahraga bersepeda menjadi salah satu pilihan yang menyehatkan sekaligus menambah banyak relasi. Apalagi kegiatan ini dapat menjadi hiburan yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang di tengah pandemi. Lebih menarik lagi adalah ternyata ada komunitas bersepeda di Indonesia berdasarkan merek sepeda yang dipakai bahkan anggotanya sampai puluhan ribu. Mereka tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebuah foto yang menunjukkan seorang pengendara motor mengacungkan jari tengah ke pesepeda di jalan raya sempat viral di media sosial. Para pesepeda terlihat mengambil lajur tengah dalam foto tersebut. Padahal seharusnya mereka menggunakan laur kiri jalan yang merupakan jalur bersepeda yang telah disediakan. Kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga net perihal bagaimana sebetulnya etika bersepeda yang baik di jalan raya. Salah satu komunitas sepeda yang bernama Bike2Work Indonesia memberikan pendapat mereka melalui cuitan di akun Twitter mereka. Tertulis bahwa sebenarnya etika bukan sebuah aturan hukum karena tidak ada sanksi yang mengikat. Namun, etika merupakan panduan yang memberikan pemahaman baik atau buruk dari sebuah keadaan.

Etika dasar yang perlu dipahami oleh para pesepeda pertama adalah memberi tanda saat akan berbelok. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tangan sang peseda. Tujuan etika ini dianggap sangat penting untuk dilakukan adalah untuk memberi informasi kepada pengguna jalan yang ada di belakang. Sangat tidak diperbolehkan untuk memotong jalan secara tiba-tiba karena beresiko menimbulkan kecelakaan. Selain itu, pesepeda juga perlu memastikan bahwa manuver dalam keadaan aman.

Komunitas Sepeda di Indonesia Dengan Anggota Puluhan Ribu Orang Otomotif

Gambar: Collosus Riders adalah komunitas bersepeda khusus untuk pesepeda yang merupakan pencinta adrenalin dengan lebih dari 14.7000 anggota di seluruh wilayah Indonesia

Etika kedua adalah menggunakan kata-kata yang sopan. Sepeda tidak sama seperti motor atau mobil yang dilengkapi dengan klakson. Sehingga satu satunya cara untuk memberi tahu keberadaan pesepeda hanya menggunakan suara. Oleh karena itu, pesepeda perlu memilih kata-kata yang sopan dengan intonasi yang tegas untuk memberi tanda. Namun, pesepeda tidak perlu berteriak-teriak apalagi sampai mengumpat.

Etika ketiga adalah selalu berada di lajur kiri jalan. Hal ini sebisa mungkin harus dilakukan, kecuali ketika harus menghindari kendaraan yang sedang berhenti atau lubang jalanan. Namun, pesepeda tetap perlu memastikan bahwa tidak ada kendaraan dari belakang saat hendak berpindah lajur.

Etika keempat adalah berhenti saat lampu merah. Memang berhenti di lampu merah terkadang cukup merepotkan terutama bagi yang menggunakan cleat. Lantaran mereka merasa kesulitan untuk membuka dan memasang kembali. Namun, hal yang merepotkan tersebut sama sekali tidak sebanding dengan bahaya yang mungkin timbul dari menerobos lampu merah.

Etika kelima adalah bersepeda dalam kelompok kecil. Sebenarnya melakukan kegiatan bersepeda bersama teman-teman dalam peleton besar memang sangat menyenangkan. Namun, tidak menutup kemungkinan akan membahayakan apabila dilakukan di jalan terbuka. Sehingga lebih baik untuk bersepeda bersama kelompok dengan anggota yang minim antara 5 sampai 6 orang saja. Alasannya untuk memaksimalkan latihan bersepeda sekaligus tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Etika keenam adalah tidak menggunakan earphone saat bersepeda. Sebenarnya etika ini merupakan hal yang sepele tetapi memiliki resiko yang tinggi dalam menimbulkan kecelakaan. Pasalnya kesiapan pesepeda untuk menghadapi hal yang tidak terduga akan sangat berkurang ketika bersepeda dengan mendengarkan musik. Selain itu, pesepeda juga akan kesulitan untuk mendengar kendaraan di sekitar. Sehingga lebih baik untuk menyimpan dulu earphone saat bersepeda agar lebih aman dan nyaman.

Berikut ini adalah komunitas sepeda di Indonesia dengan anggota puluhan ribu orang :

Komunitas Sepeda di Indonesia Dengan Anggota Puluhan Ribu Orang Otomotif

Gambar: Strattos Cycling Club adalah komunitas yang secara khusus untuk pencinta sepeda balap ini telah memiliki jersey sepeda untuk komunitas yang wajib dikenakan dalam kegiatan

1. Strattos Cycling Club

Strattos Cycling Club adalah komunitas yang secara khusus untuk pencinta sepeda balap alias road bike. Komunitas ini telah lebih dari 11.000 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan Strattos Cycling Club telah memiliki jersey sepeda untuk komunitas yang wajib dikenakan dalam kegiatan. Bayangkan bagaimana serunya saat mereka melakukan kopdar dengan seluruh anggotanya berkumpul!

2. Siskiu Riders

Komunitas sepeda di Indonesia dengan anggota puluhan ribu orang selanjutnya adalah Siskiu Riders. Komunitas pencinta sepeda gunung seri Siskiu ini telah memiliki lebih dari 21.000 anggota yang tersebar di seluruh daerah Indonesia. Siskiu Riders sering bersepeda secara blusukan sekaligu mengeksplor alam. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilihat dari foto epik nan seru di halaman komunitas.

3. Polygon Xtrada Riders Indonesia

Polygon Xtrada Riders Indonesia juga merupakan komunitas sepeda gunung yang telah memiliki lebih dari 24.000 anggota di seluruh wilayah Indonesia. Komunitas ini juga memiliki jersey dengan logo seragam yang selalu dipakai setiap kali bersepeda. Selain itu, mereka sering kali melakukan kegiatan kopdar per daerah dan membagikan aktivitas serta foto sepeda mereka di grup komunitas. Tidak hanya itu, para anggota komunitas tidak jarang juga bertanya atau meminta solusi dalam grup tersebut. Menariknya adalah orang-orang dalam komunitas ini selalu langsung merespon dengan sangat baik. Tentu saja sangat menyenangkan saat memiliki teman yang saling berbagi hobi. Xtrada Riders benar-benar kompak.

Komunitas Sepeda di Indonesia Dengan Anggota Puluhan Ribu Orang Otomotif

Gambar: Polygon Xtrada Riders Indonesia juga merupakan komunitas sepeda gunung yang telah memiliki lebih dari 24.000 anggota di seluruh wilayah Indonesia

4. Collosus Riders

Collosus Riders adalah komunitas bersepeda khusus untuk pesepeda yang merupakan pencinta adrenalin. Komunitas yang memiliki lebih dari 14.7000 anggota di seluruh wilayah Indonesia ini juga diisi oleh para pencinta olahraga sepeda downhill. Sepeda yang mereka pakai merupkan sepeda khusus untuk melewati turunan curam. Sepeda jenis ini rata-rata memiliki harga yang mahal hingga puluhan juta rupiah. Kendati begitu, anggota komunitas sangat asyik dan ramah. Mereka selalu memiliki agenda jambore yang diikuti anggota Collosus Riders dari seluruh Indonesia setiap tahun.

5. Komunitas Sepeda Polygon Indonesia

Komunitas Sepeda Polygon Indonesia merupakan komunitas dengan jumlah anggota terbanyak sekitar 57.000 orang dari seluruh wilayah di Indonesia. Sepeda apa pun diperbolehkan untuk bergabung dalam komunitas ini karena tidak ada batasan genre. Sehingga Komunitas Sepeda Polygon Indonesia menjadi seru dengan topik yang lebih beragam. Itu adalah komunitas sepeda di Indonesia dengan anggota puluhan ribu orang.

Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
8 Kpop Idol yang Menikah Saat Masih Aktif Menjadi idol | iniKpop

Mengetahui Usia Ideal Bagi Orang Korea Selatan Untuk Menikah

5 Kuliner yang Sering Muncul di Drakor, Bikin Ngiler!

13 Makanan Kuliner Khas Korea Selatan Yang Sering Muncul di Kdrama