in

Mading Digital untuk Siswa di Sekolah Berbasis Teknologi

Sekolah menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran dalam memperkenalkan ekosistem digital yang ada saat ini. Tidak hanya kantin digital, sekolah juga harus menyediakan mading digital untuk siswa yang berisi informasi-informasi penting dan menarik. Mading digital mampu menciptakan budaya dan ekosistem digital di sekolah sehingga para murid akan merasakan pengalaman digital yang bermanfaat. Mading (majalah dinding) menjadi sarana untuk melatih kreativitas siswa yang begitu digemari karena ada banyak dekorasi dan isi. Biasanya mading menampilkan berbagai karya siswa seperti Teka-Teki Silang (TTS), puisi, cerpen, artikel, gambar, dan masih banyak lagi. Selain itu, mading juga menampilkan berbagai informasi internal dari pihak sekolah.

Mading Digital untuk Siswa di Sekolah Berbasis Teknologi Pendidikan

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/laptop-buku-catatan-pena-laki-laki-5553926/

Masalah yang kerap terjadi pada mading konvensional adalah tidak semua karya atau informasi bisa dipajang karena keterbatasan tempat dan dana dari sekolah untuk pencetakan karya sehingga tak jarang para siswa harus mengorbankan uang jajannya untuk membeli banyak kebutuhan untuk membuat mading. Ada momen indah yang tercipta dari mading konvensional, yaitu para siswa berkumpul di sekitar papan mading untuk membaca informasi, terutama ketika ada banyak informasi baru yang dipasang.

Peralihan dari Mading Konvensional ke Mading Digital

Pada masa lampau, mading sekolah menjadi salah satu ritual yang merepotkan, tetapi mengasikkan bagi para siswa yang terlibat dalam pembuatannya. Mading biasanya diperbarui setiap minggu sehingga setiap Senin pasti dipenuhi oleh para murid yang penasaran dan ingin tahu tentang informasi terbaru atau hiburan menarik. Bahkan, para panitia mading biasanya rela pulang terlambat setiap Jumat atau datang ke sekolah keesokan harinya, walaupun sekolah libur.

Mading sekolah sangat cocok bagi para murid yang menyukai dunia tulis menulis. Mereka bisa menyalurkan hobi dan kemampuan sehingga mungkin bisa menjadi penulis terkenal pada masa yang akan datang. Manfaat lain yang bisa dirasakan oleh para siswa adalah mereka bisa mengasah kreativitas dan menuangkan ide-ide tulisan maupun dekorasi untuk mading sekolah supaya menarik perhatian para siswa lain sehingga mereka mau singgah untuk membaca.

Adapun bahan- bahan yang biasa digunakan untuk membuat mading, yaitu kertas crepe dan kertas origami yang mudah dibentuk, dihias, dan dikreasikan. Pemakaian bahan-bahan seperti kertas dan plastik harus dipertimbangkan oleh para pembuat mading karena tampilan mading akan terus diganti setiap hari. Mading sebaiknya tidak memberikan dampak buruk untuk lingkungan seperti banyak sampah yang sulit didaur ulang. Oleh sebab itu, mading sebaiknya dibuat dari bahan-bahan daur ulang.

Mading Digital untuk Siswa di Sekolah Berbasis Teknologi Pendidikan

https://www.pexels.com/id-id/foto/siswa-menjelajahi-smartphone-di-meja-dengan-buku-3769982/

Zaman mading sekolah konvensional telah terlewati. Memasuki era digital, sekolah seharusnya mulai menggunakan teknologi untuk membuat mading digital untuk siswa supaya lebih efektif. Ada banyak platform digital yang bisa dipilih sebagai media internal sekolah sehingga pihak sekolah tidak perlu bingung tentang perancangan dan pembuatan mading digital.

Hal yang harus dilakukan oleh pihak sekolah adalah mengunggah berbagai data seperti dokumen, gambar, video maupun audio yang diperlukan supaya seluruh siswa bisa mengakses mading digital tersebut. Pasalnya, berbagai karya siswa bisa diunggah melalui aplikasi platform tanpa ada batasan jumlah setiap harinya. Hal ini menjadi terobosan baru bagi seluruh warga sekolah sehingga masyarakat digital bisa dibangun dari sekolah.

Keunggulan Mading Digital

Ada banyak keunggulan dari mading digital untuk siswa. Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Mading Digital Lebih Praktis

Mading digital lebih praktis dan mudah untuk dibaca, walaupun pengerjaannya membutuhkan waktu dan keahlian di bidang teknologi. Semua karya para siswa yang sudah jika memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh redaksi bisa diunggah secara langsung dalam aplikasi atau situs. Mading digital ini juga bisa menjadi media belajar awal sebagai cara latihan dasar untuk membuat dan menerbitkan karya setiap siswa yang kreatif dan berprestasi.

Mading Digital untuk Siswa di Sekolah Berbasis Teknologi Pendidikan

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/murid-kecil-multietnis-menonton-video-di-smartphone-di-kelas-5905507/

2. Mading Digital Mampu Menjangkau Lebih Luas

Mading digital mampu meminimalkan pemakaian kertas sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, jangkauan informasi yang dimuat pada mading digital lebih luas karena tidak hanya warga suatu sekolah yang bisa mengaksesnya. Para pengguna internet lainnya dari berbagai kalangan dan usia juga bisa melihatnya.

Faktanya, semua karya yang sudah diunggah di dunia maya sebagai mading digital akan abadi. Mading ini juga bisa dicari kembali dan mudah diakses oleh siapa saja. Jika karya dalam mading digital dari suatu sekolah bisa dilihat oleh murid-murid dan guru-guru di sekolah lain hingga berbagai orang di Indonesia. Dampaknya adalah pertukaran informasi dan kreativitas siswa suatu sekolah akan tersebar lebih luas dan cepat.

Mading digital untuk siswa biasanya menyediakan forum dan chat group yang memudahkan seluruh siswa dan guru untuk berkomunikasi, terutama pada masa pandemi sehingga masih harus belajar di rumah saja. Forum dalam mading digital biasanya terdiri dari aneka ruang yang bisa mewakili tema, pelajaran/kelas tertentu. Misalnya, forum khusus untuk kelas 1-6, pembahasan tentang mata pelajaran matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi. Forum ini bisa menjadi sarana untuk diskusi antara siswa dan guru. Untuk group chat biasanya terdiri dari satu ruang saja yang bisa dipakai oleh seluruh siswa dan guru untuk mengirimkan pesan ringan seperti bertanya tentang tugas sekolah.

Mudah Diakses Kapan Saja dan Di Mana Saja

Mading digital untuk siswa bisa diakses kapan saja dan di mana saja melalui smartphone sehingga para murid tidak hanya menggunakan smartphone untuk bersenang-senang. Setiap siswa dapat membacanya kapan pun dan di mana pun. Hasilnya, kreativitas dan partisipasi siswa dalam mading sekolah meningkat secara tidak langsung karena semua karya yang mereka hasilkan dan kirimkan tidak akan sia-sia. Semua bisa dimuat ke dalam aplikasi sehingga bisa memberikan manfaat kepada banyak orang.

Rasa percaya diri dan bangga dari setiap siswa yang produktif menghasilkan karya pasti semakin meningkat. Mereka akan terus berkarya karena merasa diapresiasi oleh banyak orang. Mading digital memudahkan para siswa untuk mendapatkan informasi dan artikel sekolah yang bisa diakses melalui aplikasi dalam smartphone. Dampak positif yang diperoleh adalah para siswa bisa melihat dan memahami informasi secara efektif dan mudah. Bahkan, mading digital ini juga bisa diakses oleh semua pihak yang berkepentingan seperti para siswa, guru, maupun orangtua murid.

Adanya mading digital untuk siswa akan memberikan pengalaman menikmati teknologi digital (digital experience) kepada para siswa. Oleh sebab itu, para siswa diharapkan bisa memanfaatkannya secara maksimal dan tidak cuek terhadap karya teman-temannya. Para siswa juga bisa mengekspresikan diri dan kemampuannya secara digital sehingga bisa lebih berkembang. Kemampuan dan kreativitas dalam berbagai bidang, terutama penulisan harus dipublikasikan secara luas supaya publik bisa menikmati dengan mudah. Karya besar yang hanya disimpan tidak akan menghasilkan apa-apa. Jangan sia-siakan kemampuanmu! Mulai dari sekarang juga!

Untuk mengetahui informasi seputar dunia pendidikan lainnya, silahkan kunjung Tulizan Pendidikan

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berbagai Destinasi Wisata Pulau Indonesia Yang Wajib Kamu Kunjungi

Sering Boros, Ini Beberapa Tips Hemat Belanja Bulanan