in

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia

Indonesia memberlakukan penggunaan SIM A, SIM B, SIM C, SIM D, dan SIM Internasional. Pembagian SIM tersebut digolongkan berdasarkan fungsi dan berat kendaraan bermotor yang diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012. Peraturan tersebut juga menjelaskan tentang penggolongan SIM yang dibagi menjadi SIM Perseorangan dan SIM Umum. Apabila SIM perorangan bertujuan mengemudikan kendaraan untuk kepentingan pribadi maka SIM umum bertujuan untuk kepentingan umum seperti angkutan umum. Selain itu, pembagian tersebut juga berlaku pada beberapa jenis SIM untuk kategori kendaraan mobil yang berbeda.

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia Otomotif

Gambar: Indonesia memberlakukan penggunaan SIM A, SIM B, SIM C, SIM D, dan SIM Internasional yang dibagi berdasarkan fungsi dan berat kendaraan bermotor yang diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012

Berikut ini adalah mengenal 8 jenis pembagian SIM mobil di Indonesia :

1. SIM A

SIM A digunakan untuk mengendarai mobil penumpang ataupun barang yang dimiliki secara pribadi dengan berat maksimal 3.500 kilogram.

2. SIM A Umum

Sebenarnya SIM A dan SIM A Umum serupa tapi tidak sama. Pasalnya kedua surat izin ini sama-sama digunakan untuk mengendarai kendaraan mobil penumpang ataupun barang dengan berat maksimal 3.500 kilogram. Perbedaannya terletak pada tujuan kepemilikan kendaraan di mana SIM A Umum dioperasikan untuk kepentingan umum.

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia Otomotif

Gambar: Pengendara mobil baik untuk penumpang atau barang yang dimilik secara perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kilogram wajib memiliki SIM B1

3. SIM B1

Pembagian SIM kendaraan mobil selanjutnya adalah SIM B. SIM B digolongkan menjadi B1 dan B2. SMI B1 digunakan untuk mengendarai mobil penumpang atau barang milik perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kilogram.

4. SIM B1 Umum

Perbedaan antara SIM B1 dan SIM B1 Umum terletak pada jenis kendaraannya. Pasalnya SIM B1 Umum digunakan untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang untuk kepentingan umum seperti bus atau truk. Namun, jumlah berat kedua surat sama lebih dari 3.500 kg. Fakta menarik dari SIM B1 Umum adalah batas minimal pembuatannya berbeda dengan SIM A, C dan D. Lantaran pemohon harus berusia setidaknya 22 tahun. Selain itu, ada syarat tambahan dalam pemembuatan SIM B1 Umum karena pemohon wajib memiliki SIM B1 atau SIM A Umum minimal 12 bulan.

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia Otomotif

Gambar: Orang yang mengoperasikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng dengan berat lebih dari 1.000 kg wajib memiliki SIM B2

5. SIM B2

Pembagian SIM kendaraan mobil selanjutnya adalah SIM B2. SIM B2 digunakan untuk mengoperasikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng dengan berat lebih dari 1.000 kg. Fakta menarik dari SIM B2 sama seperti SIM B1 di mana batas usia minimal 21 tahun. Selain itu, syarat tambahannya adalah pemohon wajib memiliki SIM B1 minimal 12 bulan. Namun, pemilik SIM B2 diperbolehkan mengendarai kendaraan yang biasanya dikendarai oleh pemilik SIM A dan SIM B1.

6. SIM B2 UMUM

SIM B2 Umum memiliki ketentuan yang sama seperti SIM B2 hanya saja digunakan untuk kepentingan umum. Sehingga pemiliki SIM ini adalah orang yang berprofesi mengendarai kendaraan beroda enam seperti truk trailer ataupun bus. Selain itu, SIM B2 Umum termasuk kategori surat izin sakti karena pemiliknya diperbolehkan mengemudikan semua kendaraan yang biasanya dibawa pemilik SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, dan SIM B2. Namun, pemilik harus berusia minimal 23 tahun.

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia Otomotif

Gambar: SIM D digunakan untuk penyandang disabilitas yang mengendarai mobil yang sudah dimodifikasi agar dapat menyesuaikan kebutuhan penggunanya seperti kemudahan akses pada pengguna kursi roda dengan fasilitas portable ramp dan lift khusus

7. SIM D1

Satu lagi jenis pembagian SIM kendaraan mobil yang masih belum banyak diketahui adalah SIM D1 yang secara khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas. Sebenarnya ada perbedaan yang cukup signifikan antara SIM D dengan SIM D1 tetapi proses pembuatannya sama. Apabila SIM D untuk mengendarai motor sedangkan SIM D1 untuk mengendarai mobil. Namun, pembuatan SIM D1 memerlukan cek kesehatan tambahan untuk menentukan kelayakan pengemudi dalam mengendarai. Selain itu, cek kendaraan digunakan sebagai syarat tambahan karena kendaraan sudah dimodifikasi agar dapat menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Modifikasi seperti pemindahan fungsi pengendalian kendaraan dari kaki ke tangan atau kursi pengemudi yang dapat ditarik keluar dari badan mobil. Lalu, modifikasi untuk kemudahan akses pada pengguna kursi roda dengan fasilitas portable ramp dan lift khusus.

8. SIM Internasional

Sebenarnya ada satu pembagian SIM kendaraan mobil lagi yang tidak masuk ke dalam SIM perorangan ataupun SIM Umum tetapi juga berlaku di Indonesia. SIM Internasional yang disebut International Driving Permit dalam Bahasa Inggris. Dokumen tersebut digunakan secara internasional untuk mengemudikan kendaraan bermotor berasarkan peraturan dari pemberlakuan SIM tersebut dari negara yang menerbitkannya. SIM Internasional dari warga negara Indonesia berlaku di negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa. Cara membuat SIM Internasional yang masa berlakunya hanya 3 tahun adalah memiliki SIM asli nasional dan paspor. Tentu saja pemilik jenis SIM ini memiliki pengalaman seru yang berbeda karena berkesempatan berkendaraan di luar negeri. Itu adalah mengenal 8 jenis pembagian SIM mobil di Indonesia.

Mengenal 8 Jenis Pembagian SIM Kendaraan di Indonesia Otomotif

Gambar: Pengendara mobil pribadi yang berat kendaraannya maksimal 3.500 kilogram wajib untuk memiliki SIM A saat membawa mobil tersebut

Hal lain yang perlu diperhatikan selain pembagian SIM untuk kendaraan mobil adalah biaya pembuatannya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2016 menjelaskan tentang biaya pembuatan dan perpanjangan SIM. Peraturan tersebut mengenai Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Biaya penerbitan SIM baru adalah Rp 120.000 untuk membuat SIM A, SIM B I, dan SIM B II. Rp 100.000 untuk pembuatan SIM C, SIM C I, dan SIM C II. Rp 50.000 untuk pembuatan SIM D dan SIM D I dan Rp 250.000 untuk pembuatan SIM Internasional. Sedangkan biaya perpanjangan SIM adalah Rp 80.000 untuk perpanjangan SIM A, SIM B I, dan SIM B II. Rp 75.000 untuk perpanjangan SIM C, SIM C I, dan SIM C II. Rp 30.000 untuk perpanjangan SIM D dan SIM D I serta Rp 225.000 untuk perpanjangan SIM Internasional.

Janga lupa bahwa semua warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat usia pembuatan SIM harus segera mengurusnya. Selain itu, jangan lupa untuk memperpanjang SIM yang masa berlakunya telah habis. Sebab SIM adalah salah satu dokumen yang wajib dibawa saat berkendaraan. Apakah kamu sudah memiliki SIM? Apa jenis SIM milikmu?

Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Tazza (2019) : Pertaruhan Dewa Judi - Endah Asmo

10 Larangan Yang Juga Diperankan Artis Korea Selatan dalam Drama

Moge Bisa Digunakan untuk Harian, Ini Syaratnya - Otomotif Liputan6.com

11 Istilah Ini Hanya Dipahami Oleh Anak Motor Yang Sering Touring