in

Pembagian SIM di Indonesia Digolongkan Menjadi Dua Jenis

Setiap pengendara tidak hanya wajib memiliki Surat Izin Mengemudi yang disingkat SIM tetapi juga harus membawanya saat sedang berkendara. Pasalnya SIM merupakan tanda bukti bahwa seseorang telah memenuhi syarat untuk mengemudikan suatu kendaraan. Sehingga surat tersebut baru bisa didapat setelah lolos uji kemampuan berkendara dengan memenuhi semua persyaratan yang ada. Sementara itu, kepemilikan SIM di Indonesia diatur dalam Pasal 77 Ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009. Peraturan tersebut tidak hanya menegaskan tentang kewajiban memiliki SIM tetapi juga menyebutkan hukuman yang akan diterima pengemudi tanpa SIM. Mereka akan menerima hukuman pidana yang berupa penjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal satu juta rupiah. Selain itu, peraturan tersebut juga menjelaskan tentang pembagian SIM yang berlaku di Indonesia dibagi menjadi dua jenis: SIM perorangan dan SIM umum.

Sebenarnya ada satu SIM lagi yang tidak masuk ke dalam SIM perorangan ataupun SIM Umum tetapi juga berlaku di Indonesia. SIM Internasional yang disebut International Driving Permit dalam Bahasa Inggris. Dokumen tersebut digunakan secara internasional untuk mengemudikan kendaraan bermotor berasarkan peraturan dari pemberlakuan SIM tersebut dari negara yang menerbitkannya. SIM Internasional dari warga negara Indonesia berlaku di negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa. Cara membuat SIM Internasional yang masa berlakunya hanya 3 tahun adalah memiliki SIM asli nasional dan paspor. Tentu saja pemilik jenis SIM ini memiliki pengalaman seru yang berbeda karena berkesempatan berkendaraan di luar negeri.

Pembagian SIM di Indonesia Digolongkan Menjadi Dua Jenis Otomotif

Gambar: SIM perorangan merupakan jenis SIM yang tujuannya mengemudikan kendaraan untuk kepentingan pribadi tidak seperti angkutan umum yang tujuannya komersil

Satu lagi jenis SIM yang masih belum banyak diketahui adalah SIM D1 yang secara khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas. Sebenarnya ada perbedaan yang cukup signifikan antara SIM D dengan SIM D1 tetapi proses pembuatannya sama. Apabila SIM D untuk mengendarai motor sedangkan SIM D1 untuk mengendarai mobil. Namun, pembuatan SIM D1 memerlukan cek kesehatan tambahan untuk menentukan kelayakan pengemudi dalam mengendarai. Selain itu, cek kendaraan digunakan sebagai syarat tambahan karena kendaraan sudah dimodifikasi agar dapat menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Modifikasi seperti pemindahan fungsi pengendalian kendaraan dari kaki ke tangan atau kursi pengemudi yang dapat ditarik keluar dari badan mobil. Lalu, modifikasi untuk kemudahan akses pada pengguna kursi roda dengan fasilitas portable ramp dan lift khusus.

Berikut ini adalah pembagian SIM di Indonesia yang digolongkan menjadi SIM Perorangan dan SIM Umum beserta syarat pembuatannya :

1. SIM Perorangan

SIM perorangan merupakan jenis SIM yang tujuannya mengemudikan kendaraan untuk kepentingan pribadi tidak seperti angkutan umum yang tujuannya komersil. Jenis ini juga memiliki beberapa macam seperti yang tercantum dalam Pasal 80 dalam UU No. 22 Tahun 2009. Pertama adalah SIM A yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan mobil dengan jumlah berat maksimal 3.500 kg. Kedua adalah SIM B untuk pengemudi bus perseorangan atau mobil angkutan barang perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kg. Ketiga adalah SIM B2 untuk pengoperasi kendaraan alat berat, penarik, atau truk gandeng dengan berat maksimal lebih dari 1.000 kg. Keempat adalah SIM C diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor yang terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan kapasitas silinder kendaraan. SIM C1 untuk motor di bawah 250 cc dan SIM C2 untuk motor dengan 250 samapai 500 cc. Sedangkan, SIM C3 untuk kendaraan roda dua di atas 500 cc. Kelima adalah SIM D diperuntukkan bagi pengemudi yang menyandang disabilitas.

Peraturan tentang syarat pembuatan SIM Perorangan tercantum dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009. Sehingga pengemudi harus memenuhi beberapa ketentuan seperti pengajuan SIM A, C, dan D telah berusia 17 tahun. Sedangkan pengajuan SIM B1 telah berusia 20 tahun dan pengajuan SIM B2 telah berusia 21 tahun. Selanjutnya, melengkapi syarat administrasi dengan membawa KTP, mengisi formulir, membuat rumusan sidik jari, dan memiliki surat keterangan sehat dari dokter. Tidak lupa juga agar telah lulus tes psikologi. Syarat selanjutnya adalah mengikuti ujian teori yang dilanjutkan ujian praktik. Simulasi berkendara baru bisa dilakukan setelah lolos ujian pertama. Selain itu, syarat tambahan untuk pemohon SIM B1 adalah minimal telah 12 bulan memiliki SIM A. Begitu pula pemohon SIM B2 juga minimal telah 12 bulan memiliki SIM B1.

Pembagian SIM di Indonesia Digolongkan Menjadi Dua Jenis Otomotif

Gambar: SIM umum yang wajib dimiliki pengemudi kendaraan dengan tujuan kepentingan umum seperti angkutan umum dan kendaraan yang membawa penumpang atau barang

2. SIM Umum

Pembagian jenis SIM yang kedua di Indonesia adalah adalah SIM umum yang wajib dimiliki pengemudi kendaraan dengan tujuan kepentingan umum. Contohnya adalah seperti angkutan umum dan kendaraan yang membawa penumpang atau barang. SIM umum dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan Pasal 80 dalam UU No. 22 Tahun 2009. Pertama adalah SIM A Umum untuk pengemudi kendaraan yang mengangkut orang dan/atau barang dengan berat maksimal 3.500 kg. Kedua adalah SIM B1 Umum untuk pengemudi mobil penumpang dan barang dengan berat lebih dari 1.000 kg. Ketiga adalah SIM B2 Umum untuk pengemudi kendaraan penarik dengan berat lebih dari 1.000 kg.

Peraturan tentang syarat pembuatan SIM Perorangan tercantum dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009. Sehingga pengemudi harus memenuhi beberapa ketentuan seperti memenuhi syarat yang sama seperti SIM perorangan berupa administrasi dan kesehatan. Selanjutnya, melakukan ujian teori dan praktik apabila telah dinyatakan lulus. Ada syarat tambahan seperti harus memiliki SIM A minimal 12 bulan bagi pemohon SIM A Umum. Begiru pula harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum minimal 12 bulan bagi pemohon SIM B1 Umum. Sedangkan syarat harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum minimal 12 bulan untuk pemohon jenis SIM B2 Umum. Itu adalah pembagian SIM di Indonesia yang digolongkan menjadi SIM Perorangan dan SIM Umum beserta syarat pembuatannya.

SIM menjadi bukti registrasi dan identifikasi dari Polri kepada pengemudi yang telah memenuhi persyaratan baik secara administrasi maupun kesehatan jasmani dan rohani. Tentu saja mereka yang dinilai tidak hanya benar-benar memahami peraturan lalu lintas tetapi juga terampil dalam mengemudikan kendaraan tertentu. Jadi apakah kamu sudah memiliki SIM?

Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Individualist Miss Ji Young' Chemistry Penuh Debaran Gong Myung dan Min Hyo Rin – CastKo

8 Judul Web Drama Yang Memiliki Plot Cerita Bagus dan Menarik

Fakta Perjalanan Karier Lee Daehwi AB6IX

Lima Aturan Unik Yang Harus Dipatuhi Semua Artis Korea Selatan