in

Perbedaan Klasifikasi Rating Usia Film di Amerika dan Indonesia

Selektif dalam memilih film merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Namun, kenyataannya masih banyak orang tua yang salah memahami klasifikasi film saat mengajak anak-anak menonton bersama. Salah satu contohnya adalah film Joker yang tayang 2019. Pasalnya film ini sama sekali tidak ramah anak karena ada beberapa adegan dan penggunaan bahasa yang tidak layak mereka saksikan. Motion Picture Association of Amerika (MPAA) memberikan rating usia R (Restricted) untuk film Joker. Sedangkan, Lembaga Sensor Film (LSF) mengklasifikasi film ini untuk Dewasa usia 17 tahun ke atas.

Rating adalah simbol yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebuah tayangan kepada penonton bahwa film layak ditonton bagi kalangan tertentu. Simbol tersebut biasanya hadir pada detik-detik awal sebelum layar bioskop memutar film Hollywood yang akan ditonton. Ada layar hijau atau merah yang di tengahnya terdapat beberapa kotak beserta huruf.

Perbedaan Klasifikasi Rating Usia Film di Amerika dan Indonesia Film

Gambar: Ada beberapa klasifikasi rating film di Amerika Serikat yang dilakukan oleh MPAA (Motion Picture Association of America) seperti G (General Audiences), PG (Parental Guide Suggested), PG-13 (Parent Strongly Cautioned), R (Restricted), dan NC-17 (No One 17 And Under Admitted)

Salah satu kiblat dari industri perfilman dunia adalah Amerika Serikat yang memiliki lembaga dengan tanggung jawab mengatur rating usia film. Lembaga tersebut bernama MPAA yang merupakan kepanjangan dari Motion Picture Association of America. Tujuan dari lembaga yang berdiri pada 1 November 1968 ini untuk membantu para penonton menentukan tayangan mana yang layak ditonton. Apalagi ini sangat menolong para orang tua untuk anak-anak mereka. Ada beberapa unsur yang sangat diperhatikan oleh MPAA seperti bahasa, seksualitas, tindak kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang dan unsur lainnya.

Sebenarnya dasar penilaian MPAA sudah banyak mengalami pembaharuan. Lantaran harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kepentingan untuk para penggunanya. Kendati begitu, kinerja lembaga ini sangat membantu selama ini karena hampir semua sineas dan pekerja seni Hollywood mematuhi semua peraturan. Fakta menariknya adalah setiap film yang telah selesai diproduksi langsung menyerahkan karya mereka kepada MPAA. Tujuannya agar mendapat cap rating yang menjadi pedoman bagi para penonton sehingga mampu memberikan pengaruh yang besar sekaligus daya tarik.

Berikut ini adalah perbedaan klasifikasi rating usia film di Amerika dan Indonesia :

1. MPAA (Motion Picture Association of America)

Ada beberapa klasifikasi rating film di Amerika Serikat yang dilakukan oleh MPAA. Pertama adalah G singkatan dari General Audiences yang berarti All Ages Admitted. Film yang mendapat jenis rating ini dapat ditonton siapa saja tanpa perlu dampingan orang dewasa. Pasalnya film hanya mengandung unsur bahasa, seksualitas, tindak kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang yang minim.

Kedua adalah PG singkatan dari Parental Guide Suggested yang berarti Some Material May Not Be Suitable For Children. Film yang mendapat rating ini perlu ditonton dengan pengawasan dari orang tua. Pasalnya terdapat unsur penggunaan kata-kata kasar dan tindak kekerasan tetapi tidak ada unsur obat-obatan terlarang.

Ketiga adalah PG-13 singkatan dari Parent Strongly Cautioned yang berarti Some Material May Be Inappropriate For Children Under 13. Film yang mendapat jenis rating ini tidak cocok bagi anak di bawah tiga belas tahun. Pasalnya terdapat unsur tindak kekerasan, penggunaan kata-kata kasar dan seksualitas yang sedikit lebih berani dibandingkan dengan rating PG. Namun, semua unsur tersebut sama sekali tidak terlalu berlebihan.

Keempat adalah R singkatan dari Restricted yang berarti Under 17 Requires Accompanying Parent Or Adult Guardian. Film yang mendapat jenis rating ini tidak cocok bagi anak di bawah tujuh belas tahun. Pasalnya terdapat unsur tindak kekerasan, penggunaan kata-kata kasar dan seksualitas yang lebih berani dibandingkan dengan rating PG-13. Selain itu, film dengan rating ini juga mengandungng penggunaan obat-obatan terlarang yang tetap harus di bawah bimbingan orang tua.

Teakhir adalah Rating Usia Film NC-17 singkatan dari No One 17 And Under Admitted. Film yang mendapat rating ini sama sekali tidak diperuntukkan bagi anak-anak berumur di bawah tujuh belas tahun. Pasalnya terdapat unsur tindak kekerasan, seksualitas, penggunaan obat-obatan hingga penyimpangan perilaku yang terlalu kompleks.

2. LSF (Lembaga Sensor Film)

Ada beberapa klasifikasi rating film di Indonesia dilakukan oleh LSF. Pertama adalah SU yang berarti semua umur. Film yang masuk dalam kelompok ini dipastikan tidak mengandung unsur kekerasan. Selain itu, tidak ada adegan yang menampilkan perilaku yang tidak sopan ataupun membahayakan hingga menimbulkan gangguan pada perkembangan jiwa anak.

Sebenarnya kriteria A yang berarti anak-anak ini sama dengan kriteria SU. Perbedaannya adalah kategori SU diperuntukkan kepada penonton semua usia sedangkan kategori A lebih diperuntukkan penonton berusia 4-7 tahun.

Klasifikasi ketiga adalah BO-A yang berarti bimbingan orangtua dan Anak-anak. Sebenarnya rating ini tidak jauh berbeda dengan rating karena film dengan rating BO-A masih aman untuk ditonton oleh anak-anak. Hanya saja pendampingan orangtua sangat dianjurkan saat menonton.

Klasifikasi rating penonton dalam film selanjutnya adalah BO yang berarti bimbingan orangtua. Film dengan kategori ini untuk penonton anak-anak usia dibawah 13 tahun dengan tetap memerlukan pengawasan dari orangtua.

Perbedaan Klasifikasi Rating Usia Film di Amerika dan Indonesia Film

Gambar: Ada beberapa klasifikasi rating film di Indonesia yang dilakukan oleh LSF (Lembaga Sensor Film) seperti SU (Semua Umur), A (Anak-anak), BO-A (Bimbingan Orangtua dan Anak-anak), BO (Bimbingan Orangtua), R (Remaja), serta D (Dewasa) kategori 17+ dan kategori 21+

Rating usia film kategori R yang berarti remaja ini aman ditonton untuk usia 13-16 tahun. Kriteria sebuah film mendapatkan klasifikasi ini adalah mengandung nilai pendidikan dan budi pekerti. Selain itu, tidak menampilkan adegan berbahaya atau pergaulan bebas lawan jenis mulai dari tema, judul, adegan visual hingga dialognya.

Klasifikasi rating penonton dalam film selanjutnya adalah D yang berarti dewasa dibagi menjadi dua kategori: kategori 17+ dan kategori 21+. Kriteria film dengan kategori penonton usia 17 tahun ke atas adalah tema, judul, adegan visual dan dialognya berkaitan dengan seksualitas. Namun, tayangan tersebut disajikan secara proporsional dan edukatif. Selain itu, boleh menampilkan adegan kekerasan yang disajikan secara proporsional tapi bukan sadisme.

Kriteria film dengan kategori penonton usia 21 ke atas adalah tema, judul, adegan visual, dan dialognya untuk orang dewasa. Salah satu contohnya adalah permasalahan keluarga yang hanya ditayangkan di gedung bioskop. Itu adalah perbedaan klasifikasi rating usia film di Amerika dan Indonesia.

Selamat menonton! Kamu juga bisa melihat informasi dan rekomendasi seputar film lainnya di Tulizan Film.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Film

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Genap 30 Tahun, 9 Potret Sooyoung SNSD Kian Memukau dan Awet Muda

Idol Kpop Perempuan Yang Sering Dikira Keturunan Indonesia

BTS' ARMY Celebrates 4 Years With Kim Taehyung's Phrase 'I Purple You' & 'Borahae', With Special Reasons – Swahili Seven

Cerita Awal Frasa Yang Memiliki Makna Indah: I Purple You