in

Q&A: Dicky Perdana Putra, Membuka Kesempatan Mendapatkan Penghasilan Dari Tulizan.com

Dicky Perdana Putra atau biasa dikenal dengan panggilan Dicky merupakan founder dari Tulizan, sebuah platform multi-penulis yang memungkinkan para penulis untuk dengan bebas bergabung dan menerbitkan karya tulisnya hingga menghasilkan penghasilan dari karya tulisnya tersebut. Alumni Universitas Bina Nusantara ini yakin dengan adanya Tulizan.com, setiap orang dapat menjadi penulis dan menghasilkan dari tulisan yang mereka buat sehingga dapat membantu perekonomian mereka.

Ceritakan sedikit tentang dirimu dan awal bagaimana mendirikan Tulizan.com

Saya lahir di Pekanbaru dan besar disana, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta untuk berkuliah di Universitas Bina Nusantara. Sejak kecil, saya sudah memiliki minat yang sangat besar dalam bisnis dan teknologi. Saya sudah mendirikan bisnis sejak duduk dibangku kelas 5 SD, dan sudah melakukan beberapa bisnis sejak saat itu. Saya juga sangat berminat di segala jenis teknologi sejak kecil. Dengan bermodal pengalaman dan minat saya di bidang bisnis & teknologi lah saya mulai mencoba melakukan beberapa ide perusahaan rintisan berbasis digital.

Perihal Tulizan, saya sendiri punya pengalaman dalam membangun blogspot dengan jutaan viewers saat masih di bangku SMP, dan saya tahu kesulitan blogger dalam menghasilkan dari tulisan yang mereka buat, apalagi sekarang untuk masuk ke mesin pencarian semakin sulit. Itulah awal mula ide saya untuk membuat Tulizan agar dapat mempermudah para penulis tersebut untuk menghasilkan dari tulisan mereka.

Q&A: Dicky Perdana Putra, Membuka Kesempatan Mendapatkan Penghasilan Dari Tulizan.com Entrepreneur
Gambar: Logo Tulizan.com

Dampak seperti apa yang kamu harapkan tercipta dari Tulizan.com?

Saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat 3 Juta konten kreator (penulis), dan tidak lebih dari 5% nya yang benar – benar dapat menghasilkan dari karya mereka tersebut. Hal ini karena memang penulis dan konten kreator secara umum di Indonesia kurang dihargai.

Namun walau begitu, kebutuhan akan iklan dari sebuah bisnis sangat dibutuhkan. Apalagi dengan banyak-nya bisnis yang berpindah ke digital, begitu juga dengan iklan. Iklan yang dulunya banyak kertas dll yang konvensional, sekarang sudah beralih ke digital. Karena adanya kebutuhan iklan tersebut, situs seperti blog dengan pengunjung yang banyak pasti sangat diminati untuk iklan.

Walau begitu, membangun sebuah situs blog dengan pengunjung yang banyak itu sangat sulit, disinilah Tulizan hadir. Dengan Tulizan, penulis tidak perlu memikirkan cara membangun situs yang dapat dicari oleh mesin pencarian. Mereka dapat fokus membuat karya dan menghasilkan dari sana.

Pernah mengalami kegagalan nggak? Lalu bagaimana menyikapinya?

Personally saya tidak pernah menganggap kegagalan sebagai suatu kegagalan. Saya merasa kegagalan hanyalah sebuah kesempatan belajar. Dan saya juga tidak pernah menyesali apapun keputusan saya. Saya rasa mindset ini sangat diperlukan oleh semua entrepreneur agar tidak berada dalam kondisi yang terpuruk terlalu lama.

Menurut kamu, mindset seperti apa sih yang harus dipunyai seseorang untuk sukses?

Mindset bermanfaat untuk sesama, karena kita sudah hidup di planet Bumi ini, at least as a human we have to take responsibility to contribute something to the world. Entah itu besar atau kecil, but we have to contribute something before we die karena kita semua, siapapun kita, bisa jadi seperti sekarang berkat orang lain juga, bukan cuma diri kita sendiri.

Apa jadinya dunia ini kalau semua orang hanya memikirkan ego dan kepentingan golongan masing-masing. Saya rasa kalau Indonesia semuanya berpikir untuk gotong-royong atau saling berkolaborasi, Indonesia bisa jadi bangsa yang besar.

What do you think?

Participant

Written by Jainal Yunus

Years Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Minho Dancing w/BTS | Stray Kids Amino

Lee Know Stray Kids Mantan Back Dancer BTS, Ini Biodata Lengkapnya!

MU vs PSG: David De Gea Cedera, Waktunya Dean Henderson Unjuk Gigi? | kumparan.com

Tidak Perform, Sudah Saatnya David De Gea digantikan Henderson?