in

Review Buku How To Win And Influence People, Buku Yang Legendaris

Judul Buku: How to Win Friends and Influence People in the Digital Age

Penulis: Dale Carnegie & Associates, Inc., bersama Brent Cole

Penerjemah: Nengah Krisnarini

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan kesembilan, September 2014

Tebal: xxviii + 324 halaman

ISBN: 978-979-22-8250-4

Review Buku How To Win And Influence People, Buku Yang Legendaris Buku

Foto : Dok. Strategimanajemen.net

Review How To Win And Influence People

Buku How to Win Friends and Influence People dibuat oleh Dale Carnegie dan rekan-rekan, buku ini sebenarnya pertama kali terbit tahun 1925, versi buku yang terbaru adalah versi baru yang lebih disesuaikan dengan kondisi saat ini, sehingga ada tambahan judul “in the Digital Age”.

Interaksi dan komunikasi yang tepat memegang peranan penting dalam mendukung Anda untuk meraih kesuksesan secara personal maupun profesional. Prinsip-prinsip dasar komunikasi yang ditulis oleh Dale Carnegie pada tahun 1936 dianggap masih relevan hingga saat ini, meski beberapa perubahan kondisi telah terjadi.

Berbicara mengenai isi buku ini, pada dasarnya berisi tentang tips-tips mendapatkan jaringan pertemanan dan bagaimana menjadi orang yang lebih disenangi oleh orang lain secara tulus, beberapa bagian dari buku ini disesuaikan agar lebih cocok diterapkan di era digital sekarang ini.

Meski saat ini keberadaan media digital dan media sosial telah menggeser sebagian pertemanan dan komunikasi kita ke dunia maya, prinsip-prinsip komunikasi yang mendahulukan orang lain tetap menjadi cara yang efektif untuk membangun pengaruh yang lebih berkelanjutan.

Keterampilan memperluas jaringan pertemanan atau lebih akrab di sebut dengan interpersonal Skill adalah Ketrampilan menjalin hubungan antar manusia. Tak bisa dipungkuri, inilah salah satu skill paling krusial untuk merajut keberhasilan karir dan bisnis. Karena pada Faktanya, dalam keseharian yang kita lalui, kita pasti harus berhubungan dengan orang lain. Seperti yang kita tahu, kecakapan berkomunikasi, keahlian membangun networking dan kerja sama team yang baik akan berdampak nyata bagi sukses dan bisnis yang sedang dijalani.

Review Buku How To Win And Influence People, Buku Yang Legendaris Buku

Foto : Dok. Hydrangehortensi.com

Dalam buku How To Win And Influence People, banyak sekali pelajaran praktikal dan simpel yang dapat di terapkan, misalnya salah satu tipsnya mengatakan lebih baik menghindari sikap mengkritik dan memberi komen negatif dan merubahnya dengan membiasakan lebih banyak memberikan apresiasi

. Alasannya? Menurut Dale Carnegie, memberikan kritik dan komentar negatif justru bisa membuat penerimanya sakit hati, dan malah enggan melakukan perubahan yang diharapkan. Sebaliknya, Sikap yang apresiatif niscaya akan memberikan dorongan motivasi yang lebih tebal kepada yang menerimanya. Rekognisi dan apresiasi tulus akan membuat penerimanya merasa bangga dan diperhatikan.

Kemudian ada tips lain dari buku ini yang mengatakan : “Jadilah Pendengar yang Baik dan Penuh Atensi”. Menurut Dale, Orang yang dengan penuh antusiasme selalu mau mendengarkan celotehan yang kita sampaikan. Orang yang selalu responsif dan merasa asyik mendengarkan semua kisah yang ingin kita bicarakan. Sehingga kita sebagai pihak yang di dengarkan pun merasa senang untuk berbagi kisah dengan orang – orang yang penuh antusiasme seperti ini dan orang – orang yang terlihat mau menerima apapun keluh kesah yang kita sampaikan padanya.

Selain banyaknya pelajaran praktikal yang simpel, banyak juga terdapat hal menarik yang dapat Anda pelajari dalam buku How To Win And Influence People ini, antara lain :

Alasan Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan orang lain sebelum berbicara; dalam bersosialisasi ,bagaimana cara menanamkan kesan yang mendalam di benak orang lain, bagaimana tips membangun interaksi yang empatik lewat media digital dan alasan mengapa seringkali pertanyaan lebih efektif untuk mendorong orang melakukan sesuatu daripada perintah langsung.

1. Point Plus dari Buku How To Win And Influence People

Review Buku How To Win And Influence People, Buku Yang Legendaris Buku

Foto : Dok. Dianisa.com

Hal yang membuat saya sebenarnya tahan membaca buku How To Win And Influence People ini disaat buku ini sebenarnya lumayan tebal adalah penulis mencontohkan hal-hal yang disarankan dalam bentuk sebuah cerita di kehidupan nyata seorang tokoh. Buku ini benar-benar mengajak pembaca membayangkan posisi seorang pemimpin atau tokoh menyikapi peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya termasuk orang-orang yang terlibat didalamnya secara bijak.

Selanjutnya Poin Plus dari buku How To Win And Influence People ialah, setelah menerapkan hal hal kecil yang disajikan dalam buku ini membantu kita mengembangkan diri dan melatih kecakapan kita dalam berkomunikasi, tidak hanya berkomunikasi biasa, namun juga melatih membangun networking, membangun team work yang tangguh, dan kapabilitas untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain agar sepakat dengan gagasan kita. Jika terus diasah dan dikembangkan bukan tidak mungkin skill tersebut dapat membawa progress yang baik dalam karier maupun usaha para pembacanya.

Selain jatuh cinta dengan isi buku satu ini, cara penyampaian dari buku pengembangan diri satu ini dibuat berdasarkan cerita para tokoh besar, sehingga membuat kita tidak bosan membaca teori-teorinya karena disampaikan dalam bentuk kisah yang membuat kita ikut larut memperhatikan langkah yang arif disaat menghadapi suatu permasalahan.

Terakhir, penulis ingin membahas sedikit mengenai cover buku How To Win And Influence People edisi kali ini yang jauh terlihat lebih eye catching ketimbang versi-versi sebelumnya. Meskipun masih terasa unsur buku jadulnya, namun setidaknya buku ini lebih menarik dari segi covernya. Tulisan yang menjadi judul utama buku ini pun dibuat beberapa warna sehingga cukup menarik perhatian. Font tulisan yang digunakan pun simple dan cukup memanjakan mata pembacanya. Baik dari segi cover hingga kedalam buku itu sendiri.

2. Kekurangan dari Buku How To Win And Influence People

Kekurangan dari Buku How To Win And Influence People ialah, beberapa bagian dari buku ini disesuaikan agar lebih cocok diterapkan di era digital sekarang ini, namun beberapa bagian terlihat terlalu dipaksakan, mengingat sebenarnya versi asli buku ini terbitan tahun 1925. Meskipun masih cukup relevan tetapi masih terdapat beberapa hal missing piece yang terasa saat membaca buku ini.

Selain itu, bagi sebagian orang buku ini cukup tebal. Dan bukan tipikal buku yang akan habis di ‘lahap’ dalam sekali waktu. Terlebih buku yang penulis baca ini adalah versi yang telah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sebagaimana yang sudah akrab bagi penggemar buku, membaca buku terjemahan terasa cukup membosankan. Penulis juga kerap melewatkan beberapa halaman dari buku ini karena dianggap terlalu panjang dan bertele-tele.

Berbicara mengenai buku pengembangan diri, penuls beranggapan harus ditulis dengan kalimat yang ringkas dan tidak bertele-tele agar minat pembaca tak hilang untuk menyelesaikan sebuah buku hingga halama akhirnya. Namun sayang sekali hal tersebut tidak penulis temukan di buku ini.

Secara keseluruhan buku How To Win And Influence People bisa dikatakan sebagai salah satu buku yang wajib di baca. Khususnya bagi pecinta buku-buku bertemakan pengembangan diri. Banyak insight-insight yang dapat kita gali dan kita terapkan dalam kehidupan bersosialisasi kita sebagai mahluk sosial di tengah masyarakat. Terlepas dari beberapa kekurangan yang pastinya dimiliki setiap buku, buku ini tidak salah menjadi salah satu buku terbaik selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Untuk ulasan atau rekomendasi buku / novel lainnya, bisa kunjungi Tulizan Buku & Novel!

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Senyum Suho Saat Jalani Tradisi Member EXO yang Berangkat Wamil - ShowBiz Liputan6.com

Alasan Suho Menjadi Leader EXO Meski Tak Ikut Comeback

5 Alasan KDrama 'Nevertheless' Menarik Ditonton

Ini Lima Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Drama Nevertheless!