in

Review Buku Living In A Campervan, Karya Terbaru Dari Ayu Ditto

Buku Living In A Campervan adalah novel yang dituliskan oleh pasangan seniman, Ayu dan Ditto yang karyanya selalu ditunggu – tunggu oleh pembaca. Buku pertama dan kedua mereka menjadi mega best seller dan telah diangkat ke layar lebar. Penasaran review nya? Simak review di bawah ini:

BlurB

Semakin hari dalam pernikahan ini, kita semakin tahu kalau kita sama-sama suka travelling dan selalu akur kalau sudah ngomongin itinerary.

Awalnya teman sekolah, yang tadinya hanya nganterin pulang dan jalan-jalan pakai Vespa, lalu menjadi teman hidup yang akhirnya travelling bersama.

Semoga bisa keliling dunia bersama selamanya, ya. Karena…. buat apa pulang kalau home is whenever I’m with you?

:Yes. I want to have all my adventures with you, Dit.” – Ayudia C

Review

Review Buku Living In A Campervan, Karya Terbaru Dari Ayu Ditto Buku

Foto : Dok.idea.grid.id

Ditto dan Ayudia kembali menulis! Dan berbeda dari dua konsep buku sebelumnya, pasangan ini mengeluarkan sesuatu yang berbeda. Buku living in a campervan tidak lagi berisi tentang perjalanan cinta mereka. Tetapi buku ini berisikan pengalaman seru Ditto, Ayu dan Sekala saat berpetualang di New Zealand. Memang, sejak menikah dan memiliki Sekala kedua pasangan ini sering melakukan travelling ke berbagai kota dan negara. Dan buku ini menceritakan salah satu kenangan terbaik mereka saat travelling.

Secara garis besar, buku living in a campervan menceritakan sejak hari pertama Ditto, Ayu dan Sekala sampai di New Zealand. Bahkan saat mereka transit di Sydney dan menemui keluarganya disana juga ada di part awal buku ini. Ayu dan Ditto cukup detail menceritakan perjalanan mereka selama berada di New Zealand. Terlebih lagi travelling mereka kali ini juga berbeda dari biasanya. Dimana mereka menggunakan mobil Campervan. Mobil Campervan sendiri cukup terkenal di New Zealand sebagai salah satu akomodasi dan transportasi yang dipilih pelancong untuk menikmati negara penghasil kiwi tersebut.

Namun tak banyak sebelumnya orang Indonesia yang menceritakan pengalaman mereka travelling bersama mobil Campervan. Sehingga buku Living In A Campervan ini memiliki nilai jual tersendiri. Selain itu Ayu dan Ditto menuliskan pengalaman mereka dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti. Overall, buku ini layak banget dinikmati terutama bagi yang merindukan travelling tapi masih terhalang pandemi.

Pros Buku Living In A Campervan

Muncul dengan konsep yang berbeda dari dua buku sebelumnya, jelas saja buku Living in A Campervan ini punya nilai jual sendiri. Kita mulai dari yang paling awal dulu, yaitu cover buku. Cover buku ini cukup eyecatching dengan warna biru langit dipadukan dengan karikatur pemandangan di New Zealand dan mobil Campervan itu sendiri sebagai judul utama buku ini. selanjutnya, mengenai isi buku ini juga cukup menarik. Selain cerita yang disajikan di dalamnya, design kertas buku ini juga tidak ‘gersang’. Alias masih memanjakan mata untuk terus menyelesaikannya hingga halaman terakhir. Selain itu, Ayu dan Ditto memasukan beberapa foto mereka saat berlibur ke New Zealand. Sehingga pembaca bisa lebih jelas membayangkan narasi yang dituliskan di dalam buku.

Review Buku Living In A Campervan, Karya Terbaru Dari Ayu Ditto Buku

Foto : Dok.phinemo.com

Selanjutnya, masih sama dengan kedua buku sebelumnya. Ayu dan Ditto menggunakan bahasa yang tidak monoton di dalam buku ini. sehingga para pembaca tidak akan bosan membacanya. Bisa dikatakan membaca buku Living In A Campervan seperti membaca blog pribadi seseorang. Nilai plus lagi dari buku ini dimana Ayu dan Ditto memberikan banyak informasi menarik bagi para pembacanya. Banyak tips-tips yang diberikan pasangan ini terutama bagi para newbie yang baru pertama kali berpergian keluar negeri. Bahkan Ayu dan Ditto membagikan informasi terkait dokumen apa saja yang harus disiapkan sebelum memesan tiket. Tips memilih tiket penerbangan murah juga tak segan dibagi pasangan ini.

Buku ini bisa dibilang cukup untuk para travelers yang ingin mengikuti jejak pasangan ini berpetualang ke New Zealand dengan menggunakan mobil Campervan. Ayu dan Ditto juga membagikan itenary perjalanan mereka selama disana. Mereka juga menuliskan beberapa nama tempat untuk berbelanja bahan makanan. Rasanya dengan membaca buku ini sudah cukup untuk menjadi referensi perjalanan ke New Zealand. Di Bandrol dengan harga Rp. 125,000 untuk satu bukunya dirasa pantas mengingat informasi yang tuliskan sangat lengkap. Belum lagi foto-foto berwarna yang banyak dimasukan dalam buku ini. overall, buku Living in A Campervan sukses mengangkat tema yang berbeda dari dua pendahulunya. Dan buku ini tetap layak di baca. Bagi yang tidak tertarik untuk berpergian sekalipun tetap akan menikmati bacaan satu ini.

Kontra Buku Living In A Campervan

Sebagaimana layaknya sebuah karya, tidak ada karya yang sempurna. Buku Living In A Campervan juga sama halnya dengan itu. Kekurangan buku ini adalah memuat konten yang keseluruhan hampir sama dengan yang penulis unggah di Channel youtubenya. Fyi, sebelum menulis buku ini Ayu dan Ditto sudah terlebih dahulu membagikan pengalaman traveling mereka di New Zealand di Channel youtube mereka. Sayangnya, setelah buku ini keluar ternyata tidak ada perbedaan yang berarti dari video – video tersebut. Hanya seperti Ayu dan Ditto membagikan dua versi dari perjalanan mereka dalam bentuk video dan tulisan. Hampir keseluruhan isinya sama.

Jadi bagi yang sudah menonton video mereka di youtube membaca buku ini terasa percuma karena isinya hampir saja sama. rasanya tidak ada kejadian – kejadian lain yang ditulis di dalam buku ini yang sebelumnya tidak ada di video youtube mereka. Beberapa foto di dalam buku ini juga terlihat sudah pernah nangkring di instagram keduanya sehingga ada rasa ekslusif yang hilang dari membeli buku ini. toh fotonya sudah bisa dilihat di instagram mereka juga kan?

Kesimpulan

Review Buku Living In A Campervan, Karya Terbaru Dari Ayu Ditto Buku

Foto : Dok. Matamata.com

So, dari pro dan kontra yang sudah tersaji diatas penulis pribadi tetap menjadikan buku ketiga Ayu dan Ditto ini sebagai bacaan yang layak dinikmati. Terlepas dari hal kontranya, buku Living In Campervan banyak memuat hal – hal menarik yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Terutama mengenai negara New Zealand. Siapa yang mengira sebelumnya jika New Zealand punya keindahan alam yang luar biasa bak negeri dongeng? Apalagi travelling menggunakan mobil campervan Di New Zealand masih terdengar asing bagi orang Indonesia. Mungkin sebelumnya, bermimpi untuk mengunjungi New Zealand saja tidak pernah terlintas. Tetapi setelah membaca buku ini, keinginan itu justru berlipat ganda. Selain bercita-cita mengunjungi New Zealand, mengelilingi negara ini dengan Campervan juga kini masuk dalam wishlist masa depan.

Oh iya, sebagai contoh dalam buku Living In A Campervan, Ayu menuliskan pengalamannya saat makanan mereka harus di tahan di Imigrasi dan akhirnya dibuang. Ayu juga menuliskan alasan mengapa makanan yang mereka bawa harus diambil pihak imigrasi setempat. Hal seperti ini tentunya sangat berguna bagi traveler yang ingin mengunjungi New Zealand kan?

Overall, jika berbicara mengenai rating maka penulis akan memberikan 4/5 untuk karya teranyar Ayu dan Ditto ini. Mungkin selanjutnya Ayu dan Ditto bisa kembali menulis pengalaman travelling mereka keberbagai tempat dan tentunya bisa memberikan insight-insight tambahan bagi para pembaca setianya. Untuk ulasan atau rekomendasi buku / novel lainnya, bisa kunjungi Tulizan Buku & Novel!

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ini Daftar 7 Film Aksi tentang Pembunuh Bayaran, Dijamin Puas Serunya!

Youth of May Eps 2: Potret Romantisnya Lee Do Hyun dan Go Min Si Halaman all - Kompasiana.com

Drama Youth of May Bertema Sejarah, Ini 2 Pemain Utamanya!