in

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini!

Judul Buku: The Power of Habit

Penulis: Charles Duhigg

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Tahun: Cetakan ke-10, Desember 2017

Jumlah Halaman: xx+371 hlm.

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini! Buku

BLURB

Dari bangun sampai tidur, ketika berjalan, bekerja, makan, bersantai, hidup kita tak lepas dari kebiasaan. Organisasi dan perusahaan pun memiliki kebiasaan. Kebiasaan bisa mendatangkan keuntungan maupun kerugian bagi diri kita, orang lain, maupun masyarakat. The Power of Habit mengungkapkan temuan ilmiah terbaru yang menjelaskan mengapa kebiasaan ada, apa unsur-unsurnya, dan bagaimana cara kita dapat mengubah kebiasaan pribadi, organisasi, maupun komunitas. Memahami dahsyatnya kebiasaan berarti memahami sebagian hakikat manusia dan potensi keberhasilan dari kebiasaan yang tepat.

REVIEW

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini! Buku

Foto : Dok. Castig.org

Pandemi Covid 19 telah merubah kebiasaan hidup manusia di berbagai belahan dunia. Kebiasaan baik hingga munculnya juga kebiasaan buruk. Salah satunya menghabiskan waktu berhari – hari hanya di rumah. Kegiatan yang dilakukan pun terasa monoton karena keterbatasan untuk berkegiatan di luar rumah. Kini pandemi akan segera berakhir dan kegiatan di luar rumah sudah diizinkan. Tetapi apakah kebiasaan yang telah berjalan selama 1 tahun belakangan ini akan mudah berganti? Akan kah kita segera dapat menyesuaikan ritme kehidupan dengan aktivitas di luar rumah lagi? Buku The Power Of Habit ini adalah satu jawabannya.

The Power of Habit merupakan buku pengendalian diri (self-control) yang dapat merubah pola pikir pembacanya dalam menyikapi suatu keadaan. Duhigg menjabarkan secara sistematis sikap atau kebiasaan seseorang berdasarkan sebuah kejadian yang terkait dalam diri orang tersebut. Setelah pandemi merubah sedikit banyaknya kebiasaan kita, kini saatnya harus kembali memulai rutinitas yang telah vakum selama satu tahun belakangan ini. Dan dengan membaca buku ini, menjadikan kita kembali bersemangat memulai sesuatu dari small step untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik lagi.

Duhigg dalam buku ini, pertama sekali membuat sebuah pola bernama lingkaran kebiasaan yang menjelaskan bagaimana sebuah kebiasaan terbentuk menjadi hal yang otomotis dilakukan oleh manusia. Ketiga tahapan itu diantaranya tanda, rutinitas dan ganjaran. Keutamaan pada buku ini membantu menciptakan pola pikir yang lebih sistematis bagi para pembacanya. Karena Duhigg menjelaskan cara membuat pola lingkaran kebiasaan yang sederhana namun sangat mudah di aplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

Buku ini pembahasannya tidak terlalu berat dan mudah di pahami. Dan di akhir halaman Duhigg kembali menegaskan tentang perbedaan antara kebiasaan baik dan buruk. Bahwa kebiasaan seseorang tergantung pada tingkat konsistensi mereka terhadap perubahaan dan kontrol terhadap diri sendiri.

Point Penting di Buku The Power of Habit

1. Kebiasaan adalah Rahasia Keberhasilan

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini! Buku

Foto : Dok. Dreamstime.com

Buku The Power of Habit menjelaskan tentang bagaimana kebiasaan dapat membantu seseorang meraih keberhasilan dalam hidupnya. Kebiasaan pun terbagi menjadi dua, kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Dua hal tersebut memiliki dampak bagi kehidupan kita. Kini dalam perspektif keberhasilan, pilihan kebiasaan mana yang ingin kita tonjolkan berada pada diri kita sendiri. Sejatinta tidak ada orang sukses yang meraih kesuksesannya melalui kebiasaan buruk.

Sebenarnya dari bangun sampai tidur, ketika berjalan, bekerja, makan, bersantai, hidup kita tak lepas dari kebiasaan.. The Power of Habit mengungkapkan temuan ilmiah terbaru yang menjelaskan mengapa kebiasaan ada, apa unsur-unsurnya, dan bagaimana cara kita dapat mengubah kebiasaan pribadi, organisasi, maupun komunitas. Buku ini tidak muluk – muluk menjelaskan mengenai kebiasaan baik saja akan tetapi memberikan perbandingan pada pembacanya bagaimana melihat potensi keberhasilan dari kebiasaan yang tepat. Dan kebiasaan yang tepat adalah kunci dari sebuah keberhasilan.

2. Mengapa Perubahan Terjadi?

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini! Buku

Foto : Dok.flickr.com

Dalam buku the power of habit, dijelaskan jika sebuah kebiasaan terbentuk dari sebuah rutinitas. Dan rutinitas itu sendiri ada karena adanya gejolak atau tanda yang muncul di pikiran manusia. Rutinitas itu nantinya akan menghasilkan suatu ganjaran yang dibutuhkan manusia. Sebagai contoh misalnya Sebut kebiasaan main sosmed yang ternyata lambat laun dapat membuat hidup jadi kurang produktif. Setiap kali bosan (tanda), kita terbiasa berlari ke sosmed (rutinitas) untuk mendapatkan endorfin (ganjaran) sebut saja hiburan.

Sayangnya kebiasaan ini justru berdampak kurang baik bagi kehidupan kita. Nah Solusinya, setiap kali tanda itu muncul (bosan), cari ganjaran yang sama yaitu endorfin yang sebenarnya bisa diperoleh dari hal lain. Seperti misalnya baca buku, nonton film atau mendengarkan musik. Untuk merubah kebiasaan terlalu sering bermain sosmed, dibutuhkan pengalihan yang juga sama-sama memenuhi kebutuhan kita., cukup rutinitasnya aja yang diubah. Kita cukup pandai-pandai menganalisis tanda, rutinitas, dan ganjarannya saja. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa mengapa perubahan bisa terjadi? Yaitu perubahan dari hal terkecil dalam suatu hal. Tanda dan ganjarannya tetap sama tapi bagaimana cara kita mengelola rutinitas yang dihasilakan oleh tanda untuk mendapat ganjaran tersebut yang harus di perhatikan. Setiap satu kebiasaan buruk yang dirubah, maka akan selangkah maju lah kehidupan mu.

3. Kebiasaan Mana yang Paling Berarti

Review Buku The Power Of Habit, Saatnya Merubah Kebiasaan Selama Ini! Buku

Foto : Dok. Dribble.com

Dalam hidup kita mengenal skala prioritas, maka sama halnya dengan kebiasaan. Untuk meraih suatu tujuan tertentu, kita perlu merubah kebiasaan. Dan berdasarkan tujuan tersebut kita bisa menentukan skala prioritas mengenai kebiasaan mana yang harus kita ubah. Maksudnya adalah kebiasaan mana yang mampu mengubah banyak hal. Sebagai contoh, kita ingun mengubah kebiasaan kurang produktif kita menjadi lebih produktif. Demi mencapai hal tersebut kita harus mengubah kebiasaan dengan bangun lebih pagi, berolahraga, dan menyantap makanan bergizi agar daya tahan tubuh kuat dan tetap fit untuk melakukan lebih banyak hal. Hasilnya, tentu saja bisa lebih produktif.

Charles Duhigg menjelaskan dalam bukunya, jika suatu kebiasaan sejatinya tidak dapat dirubah. Akan tetapi kebiasaan dapat diubah. Kebiasaan sendiri ada yang bernilai positif maupun negatif. Sekarang tergantung dari setiap individu untuk menentukan kebiasaan mana yang ingin di ubah untuk meraih tujuan hidupnya. Seperti yang sudah disebutkan diatas, untuk merubah suatu kebiasaan tersebut yang paling pertama kali diubah adalah rutinitasnya sebab tanda dan ganjaran adalah awal dan hasil akhir. Mencari rutinitas alternatif menjadi kunci dari sebuah perubahan kebiasaan.

Buku ini menjadi sangat menarik untuk dibaca tidak terlepas dari cara penulisan Charles Duhigg yang sebagian besar memadukan hasil penelitian untuk mendukung pendapatnya. Hal ini menjadikan buku the power of habit kaya akan pengetahuan tidak hanya sekedar opini penulis. Hasil penelitian yang dipaparkan di buku inipun dipadukan dengan beragam contoh di kehidupan sehari-hari manusia. Sehingga menjadi lebih mudah dimengerti para pembacanya dan tidak merasa bosan. karena kebanyakan buku yang memuat lebih banyak hasil penelitian terasa cukup membosakan. Overall, buku The power of Habit cocok masuk kedalam wishlist buku kamu di 2021!

Untuk ulasan atau rekomendasi buku / novel lainnya, bisa kunjungi Tulizan Buku & Novel!

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Heboh Sowon GFRIEND Foto Bareng Patung Nazi, Agensi Minta Maaf Halaman all - Kompas.com

Biodata Member Gfriend Yang Debut Pada Tahun 2015 & Sudah Bubar

Siapa Pacar Jang Ki Yong? Ini 3 Wanita yang Digosipkan Jadi Kekasihnya

Jang Ki Yong Sapa Penggemar Lewat Dua Profil Dari Projek Berbeda