in

Review Novel Ganjil Genap, Kala Kesetiaan Tidak Bisa Diukur Dengan Waktu!

Judul Novel: Ganjil-Genap

Penulis: Almira Bastari

Bahasa: Indonesia

Format: paperback, 344 hal.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2020)

Genre: fiksi, metropop, roman, kontemporer, komedi

Review Novel Ganjil Genap, Kala Kesetiaan Tidak Bisa Diukur Dengan Waktu! Buku

BlurB

Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun?

Hidup Gala yang mendadak jomblo semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lajang menjelang umur kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, strategi pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut “disisir” demi menemukan pria idaman.

Akankah Gala berhasil menemukan pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?

1. Plot Ganjil Genap

Bicara soal plot novel ganjil genap karya Almira Bastari ini sih sebenernya plotnya cukup ringkas. Bercerita mengenai Gala yang harus rela menjadi jomblo setelah bertahun-tahun punya pacar. Terlebih lagi Gala selama 13 tahun menjalin hubungan dengan satu orang yang sama. Kebayangkan gimana galau Gala pasca perpisahan itu? Dalam novel ini kita akan diajak untuk seakan-akan merasakan patah hatinya seorang Gala dan proses pencarian pengganti yang tepat setelah 13 tahun lamanya ia berpikir bahwa Bara lah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya. Ceritanya seru dan cukup relate dengan kehidupan wanita karir ibukota yang nggak Cuma pusing sama kerjaan tapi juga soal masalah percintaan.

Belum cukup sampai diputusin dengan alasan nggak jelas setelah 13 tahun berpacaran dan kembali jomblo di usia hampir 30 tahun, Gala kembali dibuat runyam saat mengetahui adiknya sudah dilamar kekasihnya. Tak pernah menyangka adiknya yang masih belia itu sudah mantap untuk menikah. Gala semakin didesak untuk segera menikah dengan Bara supaya tidak “dilangkahi”. Tapi gimana mau menikah, kan sudah putus?

2. Review

Review Novel Ganjil Genap, Kala Kesetiaan Tidak Bisa Diukur Dengan Waktu! Buku

Foto : Dok. Radarmalang.jawapos.com

Memulai Review Novel Ganjil-Genap ini, seperti yang udah di singgung di atas, permasalahan utama dalam novel ini adalah Putus setelah menjalin hubungan selama 13 tahun. Can you imagine ? lihat gebetan (yang notabenenya bukan siapa siapa) jadian sama yang lain aja udah buat nangis bombay, lah apalagi udah pacaran selama 13 tahun? Wow itu bukan waktu yang singkat. Ditambah usia Gala (main character) di kisahkan sudah hampir 30 tahun. Apa yang salah dengan status single di usia 30 ? nggak ada yang salah, hanya terlihat salah karena Gala lahir dan besar di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar wanita di Indonesia sudah melepas status lajangnya diusia 24-27 tahun. Tentunya akan memancing pertanyaan dan stigma saat melihat wanita berumur 30 tahun masih berstatus single. “kenapa belum nikah?” kira-kira, begitu deh pertanyaannya.

“Kenapa Judulnya Ganjil-Genap?” mungkin pertanyaan yang muncul di kepala para pembaca saat pertama kali membaca judul bercover orange ini. Judul yang cukup menarik, dan berdasarkan kisah yang unik pula. Ganjil-genap yang dipilih menjadi judul novel ini mewakili rutinitas Gala bersama sang mantan selama bertahun-tahun. Demi mematuhi peraturan lalu lintas yang cuma berlaku di Jakarta itu, Gala dan Bara (mantannya) sepakat untuk gantian menjemput dengan mobil berplat nomor ganjil atau genap. Ganjil-genap bisa juga diartikan sebagai keganjilan di hidup Gala setelah Bara tak lagi menggenapi hari-harinya.

Karena besarnya tekanan disekeliling untuk mendesaknya segera menikah, Gala yang dibantu sohib-sohibnya Nandi, Sydney, dan Detira turun tangan langsung membantu Gala bisa menemukan pengganti Bara. Mulai dari pergi liburan, ikut speed dating, mencoba Tinder, meminta dipertemukan dengan cowok baru, dan sebagainya. Satu demi satu pria zonk ditemuinya, sampai akhirnya Gala capek sendiri. Apalagi keluarga Gala seolah tidak memberikan support.

Review Novel Ganjil Genap, Kala Kesetiaan Tidak Bisa Diukur Dengan Waktu! Buku

Foto : Dok. Islampos.com

Jodoh seseorang memang selalu jadi misteri. Ada yang datang dengan cepat, ada yang sudah mampir lama tapi kemudian pergi, tapi ada juga yang masih harus dicari kemana-mana. Meskipun begitu, kebahagiaan diri sendiri tetap jadi hal yang utama dalam hidup ini. Adakalanya kita memang perlu berdamai dengan keadaan meski untuk bisa sampai ke titik damai itu harus jungkir balik dulu tak karuan. Dan novel ganjil genap ini seolah menjadi cerminan realitas yang terjadi. Khususnya untuk perempuan – perempuan ibukota yang masih melajang di usia 30 tahun keatas.

3. POINT PLUS NOVEL GANJIL GENAP

Review Novel Ganjil Genap, Kala Kesetiaan Tidak Bisa Diukur Dengan Waktu! Buku

Foto : Dok. Hot.detik.com

Karya Almira Bastari memang selalu dapat membuat pembacanya jatuh hati. Isi ceritanya yang ringan dan relate dengan kehidupan sehari-hari membuat pembacanya nggak terkunci dengan kisah fiksi kosong yang begitu jauh dengan kenyataan. Topik percintaan,persahabatan, keluarga dan self love disajikan dengan sangat pas. Dan novel Ganjil Genap ini menjadi salah satu buktinya. Almira Bastari konsisten dengan cara penulisannya. Mudah dipahami dan meskipun ini fiksi, tetapi seperti membaca pengalaman seseorang. Selanjutnya, novel ini nggak monoton dan nggak lebay. Buku ini bisa membuat menampilkan berbagai ekspresi, mulai dari kesal, sedih, tertawa, tersenyum hingga merenung. Semuanya disusun secara apik.

Dari segi tampilannya juga sangat simple tetapi tetap eyecatching. Dengan pemilihan warna jingga yang menawan dan ilustrasi yang nggak lebay, sukses membuat kita auto ngelirik ke covernya. Kayak Love At first sight gitu deh. Ketebalan halamannya juga nggak tebal dan nggak terlalu tipis. Pas banget deh buat jadi bacaan ringan di akhir pekan. Oh iya, selain ceritanya yang ringan. Pemilihan kata – kata oleh Almira disini juga mudah banget untuk di pahami. Nggak bertele-tele dan bab per babnya itu nggak bikin kita bingung. Seperti yang udah disinggung di awal tadi, membaca novel Ganjil Genap ini seperti sedang membaca pengalaman seru seseorang. Nggak kerasa lho kali ini sebenernya hanyalah fiksi. Atau hm? Apa mungkin ya ini sebenernya cerita asli yang diadaptasi oleh penulis? Hihihi but overall, Good job kak Almira! Buku ini worth banget buat jadi bacaan menemani weekend teman-teman pecinta novel metropop!

4. KEKURANGAN NOVEL GANJIL GENAP

Sekilas Novel Ganjil Genap terlihat sempurna dari berbagai sisi. tapi tetaplah tidak ada sebuah karya manusia yang layak dapat kata sempurna. Novel ini memiliki alur cerita yang ringan dan tidak banyak konflik seolah ini menjadi kelebihan. Padahal itu juga sekaligus bisa kekurangan novel ini. Bagi yang menyukai novel ringan, novel ini sudah sangat pas namun, bagi yang terbiasa membaca novel sci-fi, novel ini akan terasa terlalu biasa dan kurang menggigit karena konfliknya yang sedikit. Selain itu, Untuk pembaca yang menyukai happy ending, mungkin novel satu ini kurang pas karena akhir ceritanya yang bersifat open ending. Ini berbicara soal selera ya, kalo penulis pribadi kurang suka sebuah karya fiksi yang berakhir open ending. Karena ya, sudah fiksi kok endingnya masih disuruh mikir sendiri sih? Hahaha tapi ingat ya, ini hanya soal selera.

Terakhir, kekurangan dari novel ganjil genap ini adalah terlalu banyak percakapan. Ini sebenarnya menjadi ciri khas dari Almira Bastari. Dimana di novel sebelumnya Resign, juga banyak memuat percakapan dibanding narasi mengenai jalan ceritanya. Seolah – olah jalan cerita dalam novel ini terbentuk dari percakapan antar tokoh bukan dari narasi-narasinya.

Untuk ulasan atau rekomendasi buku / novel lainnya, bisa kunjungi Tulizan Buku & Novel!

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
4 Kali 'Nyerah' Jadi Leader BTS, Nomer 3 Momen Paling Nyesek Buat RM - Portal Jember

RM BTS Bantu Penulisan Lagu 0X1=LOVESONG Milik TXT

Lanjut Tugas Utama, Gemasnya Foto Park Bo Gum dengan Seragam Pelayar

Kontoversi Soal Park Bo Gum Saat Menjalani Wajib Militer alias Wamil