in

Sejarah Animasi Jepang Dan Perkembangannya

Jepang adalah negara yang terkenal dengan segala keunikannya dan berbagai aspek budayanya yang mendapatkan perhatian dari negara-negara lainnya. Segala budaya tradisional yang mereka miliki bertahan selama ratusan tahun lamanya, mulai dari geisha, upacara minum teh, kimono, kabuki, dan lain-lainnya. Namun di luar hal tersebut, Jepang juga dicintai dari salah satu aspek kebudayaannya yang bertransformasi menjadi kultur modern yang dinikmati di berbagai belahan dunia. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa sejarah animasi Jepang atau anime sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan berkembang serta beradaptasi dari tahun ke tahun.

Ada banyak hal yang tidak bisa kamu temui di negara lain dan banyak aspek dari Jepang yang dinikmati di belahan dunia. Video games, fashion, mobil, serta hal-hal lainnya membuat nama Jepang lebih dikenal lagi di dunia. Namun, animasi asal Jepang memiliki tempat yang spesial di hati orang-orang. Menariknya anime sendiri menyumbangkan lebih dari 60% jumlah animasi di dunia dan bisa dikatakan ada cukup banyak judul anime yang dinikmati di seluruh penjuru dunia. Banyak orang merasa bahwa anime yang awalnya berasal dari kata bahasa Inggris “animation” menjadi kontribusi ikonik dari Jepang yang sekarang sudah berkebang menjadi budaya mainstream di negara-negara lain.

Sejarah Animasi Jepang Dan Perkembangannya Otaku

Sumber: https://unsplash.com/photos/N4DbvTUDikw

Setiap tahunnya, muncul lebih dari ratusan judul anime yang bisa dinikmati tidak hanya di Jepang, tetapi juga di negara lain. Lebih dari puluhan genre yang bisa dinikmati dan mendorong berbagai orang untuk mengunjungi negara asal animasi tersebut.

Tanpa disadari anime telah memengaruhi banyak aspek dunia. Bahkan muncul sebuah kata yang dibuat untuk menjelaskan rasa kesukaan yang hebat terhadap Jepang dan budayanya, terutama pop kultur mil Jepang. “Weebs” atau “wibu” merupakan julukan yang disematkan kepada orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap budaya pop Jepang seperti anime, manga, dan musik. Hal ini mendorong berbagai hal seperti mendorong orang-orang untuk belajar bahasa Jepang, mengunjungi Jepang, dan segala sesuatu yang mendekatkan mereka dengan anime dan budaya Jepang. Anime tidak hanya mempengaruhi aspek tersebut, bagaimana anime memengaruhi budaya Jepang sendiri? Bagaimana anime memengaruhi masyarakat? Bagaimana anime memengaruhi budaya barat? Dan bagaimana anime berpengaruh di negara-negara lainnya? Hal ini tentunya sangat menarik untuk dibahas mengingat bahwa sejarah animasi Jepang merupakan sejarah yang cukup panjang.

Apa Sebenarnya Anime?

Seperti yang disebutkan di atas, anime merupakan kata serapan bahasa Jepang yang diambil dari kata dalam bahasa Inggri “animation”. Namun, saat ini anime mengacu pada animasi bergaya Jepang. Saat membicarakan anime, memang sulit untuk lepas dari manga. Keduanya sama-sama industri yang besar di Jepang. Industri manga sendiri merupakan industri sebesar 15 billion US Dollar atau triliunan rupiah. Banyak anime yang merupakan hasil adaptasi dari manga dan sebaliknya industri manga bisa berkembang pesat berkat serial anime. Biasanya ketika sebuah manga berhasil mendapatkan adaptasi anime, penjualan judul manga tersebut juga akan meningkat. Oleh karena itu, anime juga tidak hanya terbatas pada animasi tradisional yang dikhususkan untuk anak-anak. Dalam sejarah animasi Jepang ini, anime juga banyak mengangkat tema-tema dewasa seperti horror, psikologi, dan lain-lainnya.

Anime juga tidak hanya terbatas pada serial TV saja, animasi layar lebar juga menjadi sangat populer. Setiap tahunnya selalu ada judul animasi layar lebar. Salah satu judul anime layar lebar yang cukup terkenal misalnya Spirited Away (2001) asal studio legendaris Jepang, Studio Ghibli yang hingga saat ini berhasil menjadi satu-satunya film animasi asal Jepang yang mendapatkan penghargaan piala Oscar. Tidak lupa salah satu film animasi yang juga mendapatkan kesuksesan finansial dan populer Your Name (2016). Anime terus berkembang secara pesat menjadi industri yang menghasilkan jutaan hingga triliunan. Ditambah dengan kesuksesan anime di negara lain membuat kesuksesan anime terus berkembang setiap tahunnya. Hingga saat ini sudah ada lebih dari puluhan ribu judul anime yang dapat dinikmati.

Sejarah Animasi Jepang Dan Perkembangannya Otaku

Sumber: https://www.ghibli.jp/works/chihiro/#frame&gid=1&pid=49

Art style dari setiap gambar atau animasi memang berbeda-beda tergantung dengan artis yang menggambarnya. Anime juga memiliki ciri khas masing-masing tergantung dengan manga hasil adaptasinya dan juga ciri khas dari studio pembuat anime. Namun, karakter anime biasanya dikenal dari mata yang lebar, hidung serta mata yang kecil, dan rambut dengan warna-warna yang menarik. Di Jepang sendiri anime sudah menjadi sesuatu hal yang mainstream membuat orang-orang kalangan usia manapun pernah bersinggungan atau menonton anime. Saat ini anime sudah menjadi ikon Jepang dan menjadi bagian dari pop culture Jepang. Cerita yang diangkat dari anime juga sangat beragam membuat orang-orang memiliki kebebasan untuk menikmati cerita yang mereka sukai.

Salah satu hal yang membedakan anime dengan animasi lainnya adalah genre anime yang sangat beragam. Kebanyakan animasi barat biasanya mengangkat tema-tema umum yang mudah dicerna oleh anak-anak sebagai mayoritas penontonnya. Setiap anime memiliki rentang usia masing-masing, terdapat anime yang dikhususkan pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Hal tersebut memberikan anime kebebasan untuk membuat beragam genre. Beberapa genre yang populer di Jepang biasanya adalah Shounen (remaja laki-laki), biasanya bercerita seputar petualangan dan Shoujo (remaja perempuan), menceritakan romansa. Selain itu, terdapat pula genre lainnya yang juga cukup populer seperti horror, sci-fi, drama, dan lainnya. Hingga, genre-genre yang tidak biasa seperti mecha (robot), cyberpunk, yaoi (BL), yuri (GL), dan sebagainya. Di budaya barat dan negara lain, anime tidak hanya dipandang sebagai animasi asal Jepang, tetapi juga menggambarkan art style dari animasi tersebut.

Sejarah Animasi Jepang Dan Perkembangannya Otaku

Sejarah Animasi Jepang

Anime pertama kali dibuat pada tahun 1907 dengan durasi gambar bergerak selama tiga detik saja, yang menampilkan sosok anak laki-laki memegang dan mengangkat topi sebagai tanda hormat. Sepuluh tahun setelah itu, pada tahun 1917 muncul sebuah karya animasi bisu dengan durasi lima menit oleh Oten Shimokawa melalui anime berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki. berselang sepuluh tahun setelah itu animasi barat mulai memasukan suara kedalam animasi dan tahun itu juga, 1927 Jepang mulai memasukkan suara kedalam animasi. Jepang menciptakan karya anime Noburo Ofuji, yang telah berkembang menjadi film animasi singkat lengkap dengan lagu dan suara. Sejak saat itu, awal anime mulai dikembangkan dengan serius hingga zaman perang dunia kedua.

Pada saat masa perang dunia kedua, anime juga dibuat sebagai propaganda dari kekaisaran Jepang. Dua karya seperti Momotaro no Umiwashi (1943) beserta sekuelnya, Momotaro: Umi no Shinpei (1945) misalnya merupakan propaganda yang diadaptasi dari cerita rakyat Jepang. Lepas dari itu, anime terus menerus berkembang. Tahun 1960-an digadang-gadang sebagai masa keemasan anime. Anime seperti Astro Boy adaptasi dari manga karya Osamu Tezuka yang dibuat pada tahun 1963. Bahkan, Astro Boy ini menjadi anime Jepang pertama yang diterjemahkan ke bahasa Inggris untuk ditayangkan di Amerika Serikat pada saat itu. Astro Boy menjadi gerbang besar membuka anime Jepang semakin marak diproduksi dan semakin banyak yang mengetahui. Tak heran jika hingga sampai sekarang, anime dan manga merupakan dua produk andalan Jepang yang paling berpengaruh ke seluruh dunia.

Sejarah Animasi Jepang Dan Perkembangannya Otaku

Sumber: Youtube

Melewati masa keemasannya, hingga saat ini anime masih menjadi salah satu industri terbesar dari Jepang. Setiap tahunnya selalu muncul judul-judul anime baru yang dinikmati tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri penggemar anime juga sangat banyak membuat budaya pop Jepang di Indonesia sangat populer dan dinikmati secara luas. Bahkan terdapat beberapa stasiun televisi swasta Indonesia yang juga menayangkan anime-anime yang di dub kedalam bahasa Indonesia. Tentunya hal ini tidak lepas dari sejarah animasi Jepang yang dimulai 100 tahun silam.

Untuk segala hal mengenai anime, manga, dan dunia otaku lainnya silahkan kunjungi Tulizan Otaku!

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otaku

Content Author
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Review Buku Cinta Untuk Perempuan Yang Tidak Sempurna

EXO head to space in futuristic video for 'Don't Fight The Feeling'

EXO Rilis Lagu Don’t Fight The Feeling Sebagai Comeback di Tahun 2021