in

Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik

Sebagaimana yang disampaikan TMC Polda Metro Jaya dalam situs resminya bahwa disiplin berlalu lintas tidak hanya tanggung jawab petugas kepolisian. Namun, itu merupakan kewajiban semua orang agar selamat sampai di tujuan. Sehingga ada perlunya meminimalisir kecelakaan dan kejadian yang tidak menyenangkan di jalan raya dengan etika berkendara yang baik. Hal yang paling umum adalah memahami kapan waktu yang tepat dalam menggunakan klakson. Pasalnya klakson secara berlebihan akan mengganggu pendengaran orang lain yang malah membuat salah paham hingga berujung keributan antar pengendara. Sehingga gunakanlah klakson sewajarnya saja di waktu-waktu tertentu seperti saat memperingatkan pengendara lain bahwa ada masalah dengan ban mobilnya. Selain itu, klason juga berfungsi untuk memperingatkan kendaraan di depan yang tidak melihat adanya sisi blind spot.

Etika berkendara selanjutnya yang wajib dipahami oleh para anak motor adalah menggunakan lampu sein secara tepat. Pengendara perlu memahami fungsi lampu sein sebagai pemberi tanda bahwa kendaraan tersebut akan berbelok ke kiri atau kanan bahkan lurus. Lampu sein juga wajib dinyala saat berada di tikungan, pertigaan, perempatan, atau mendekati U-Turn. Selain itu, pengendara juga harus membiasakan diri untuk memberikan tanda sein sekitar 20 meter sebelum berbelok. Hal ini untuk menghindari terjadinya tabrakan yang tidak terduga. Langkah selanjutnya adalah memiliki surat ijin mengemudi (SIM) agar dapat berkendara. Sebab mereka dapat dipertanggungjawabkan secara hukum yang sah dengan dokumen tersebut. Selain itu, pengendara juga memiliki bukti kredibilitas dalam kelayakan mengendarai motor di jalanan.

Hal lain yang melanggar etika berlalu lintas adalah saling serobot dengan seenaknya ataupun memotong jalur tanpa mengindahkan kendaraan di belakangnya. Alasan pengendara melakukan hal tersebut secara mendadak adalah mereka dalam keadaan tergesa-tergesa karena sedang diburu waktu. Padahal hal tersebut tidak pernah dibenarkan karena mengundang risiko yang dapat membahayakan bagi siapapun.

Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik Otomotif

Gambar: Sebenarnya siapapun bisa mengendarai motor tetapi tidak semua orang paham tentang sopan santun berkendara di jalan raya karena masih banyak orang yang bertindakan secara sembarangan yang dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain

Etika bermotor bertujuan untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Layaknya sebuah pepatah sedia payung sebelum hujan tetapi kenyataan yang terjadi justru kehujanan dulu baru memakai payung. Begitulah yang banyak terjadi dengan pengendara motor yang belum menerapkan etika dengan benar. Lantaran selama belum kejadian maka belum akan jera. Kendati begitu, tidak ada orang yang pernah mengharapkan untuk mendapatkan celaka dan tidak ada orang yang tahu kapan akan celaka. Namun, kecelakaan dapat dicegah yang dimulai dari diri sendiri.

Berikut ini adalah tips meminimalisir kecelakaan dengan etika berkendara yang baik :

1. Tips Pertama

Memastikan kondisi fisik dan jiwa sehat dengan melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan perjalanan ataupun berpergian.

2. Tips Kedua

Memastikan kesiapan kondisi mesin motor, bahan bakar, SIM dan STNK, serta bagian kendaraan lainnya. Hal yang juga perlu dipastikan adalah ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, dan busi.

3. Tips Ketiga

Pengemudi dan pembonceng sama-sama menggunakan helm SNI yang full face. Juga memakai kacamata dengan ultra violet protection untuk melindungi pandangan mata agar lebih jelas dan tidak silau pada siang hari.

4. Tips Keempat

Pengendara motor harus mempersiapkan jaket, body protector, sarung tangan, dan jas hujan untuk menghadapi kemungkinan perubahan cuaca.

5. Tips Kelima

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pembonceng duduk menghadap ke depan.

Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik Otomotif

Gambar: Disiplin berlalu lintas tidak hanya tanggung jawab petugas kepolisian tetapi kewajiban semua orang agar selamat sampai di tujuan seperti memastikan kondisi fisik dan jiwa sehat dan memastikan kesiapan kondisi mesin motor

6. Tips Keenam

Selau memastikan lalu lintas aman saat menyeberang.

7. Tips Ketujuh

Berkendara dengan kecepatan tidak lebih dari 60 km/jam untuk perjalanan di kota. Selain itu, pengendara tidak perlu berjalan dengan zig-zag terutama saat membawa balita atau orang tua.

8. Tips Kedelapan

Tidak membawa muatan lebih dari dua orang.

9. Tips Kesembilan

Selau mematuhi rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan.

10. Tips Kesepuluh

Tidak mengambil jalur khusus pengguna jalan lainnya seperti jalur sepeda dan trotoar milik pejalan kaki.

11. Tips Kesebelas

Saat kecepatan di bawah 40 Km/jam maka gunakan lajur jalan paling kiri.

12 Tips Kedua belas

Tips meminimalisir kecelakaan dengan etika berkendara yang baik berikutnya adalah selalu menyalakan lampu utama pada siang hari.

13. Tips Ketiga belas

Tidak menggunakan aksesoris motor seperti kenalpot racing karena dapat yang membahayakan sekaligus mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik Otomotif

Gambar: Klakson secara berlebihan akan mengganggu pendengaran orang lain yang malah membuat salah paham hingga berujung keributan antar pengendara sehingga anak motor harus paham kapan waktu yang tepat dalam menggunakan klakson

14. Tips Terakhir

Sebelum mengawali perjalanan agar selalu berdoa untuk meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu adalah tips meminimalisir kecelakaan dengan etika berkendara yang baik.

Hal yang harus diperhatikan adalah Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan tersebut menuliskan bahwa setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional. Penentuan batas kecepatan paling tinggi dibagi untuk kawasan permukiman, kawasan perkotaan, jalan antar kota, dan jalan bebas hambatan. Peserta konvoi mesti mengetahui kecepatan mobil yang sesuai untuk menghormati hak pengguna jalan lain. Batas kecepatan tersebut ditetapkan dalam Pasal 3 ayat (4) dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 tahun 2015. Pertama adalah paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan. Kedua adalah paling tinggi 80 kilometer per jam untuk jalan antarkota. Ketiga adalah paling tinggi 50 kilometer per jam untuk kawasan perkotaan. Keempat adalah paling tinggi 30 kilometer per jam untuk kawasan permukiman.

Jarak aman pada kecepatan 60 kilometer per jam adalah minimal 60 meter. Gambarannya adalah pengemudi selama waktu reaksi akan menempuh jarak sekitar 2 meter sebelum mulai mengerem dan minimal 34 meter sebelum berhenti. Sementara, jarak aman pada kecepatan 100 kilometer per jam adalah 120 meter. Gambarannya adalah pengemudi selama waktu reaksi akan menempuh 21 meter sebelum mulai mengerem dan minimal 96 meter sebelum berhenti. Tujuannya menghindari tabrakan beruntun untuk keamanan dan keselamatan.

Itulah artikel tentang “Tips Meminimalisir Kecelakaan Dengan Etika Berkendara Yang Baik”. Untuk artikel lainnya mengenai dunia otomotif, silahkan kunjungi Tulizan Otomotif.

Original Writer: https://www.instagram.com/deafolzen

What do you think?

Contributor

Written by Tulizan Otomotif

Content AuthorYears Of Membership
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Makna di Balik Bendera Negara Korea

Fakta Soal Aturan dan Larangan di Industri Hiburan Korea Selatan

Drama Baru Kim Eun Sook Batal Tayang di SBS, Gara-gara 17 Miliar per Episode?

Penulis Naskah Kim Eun Sook Beberkan Alasan Drama Korea Disukai