in

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya

Dalam kondisi saat ini yang tidak pasti membuat kualitas tidur seseorang terganggu sehingga berdampak pada produktifitas sehari-hari. Hipersomnia merupakan kondisi yang membuat seseorang merasakan kelelahan berlebih pada siang hari, meskipun telah tidur cukup. Dikatakan Hipersomnia atau excessive daytime sleepiness (EDS) setidaknya tiga bulan seseorang mengalami rasa kantuk berlebihan sepanjang hari. Hipersomnia terbagi menjadi dua yakni primer dan sekunder. Untuk hipersomnia sekunder adalah manifestasi dari penyakit lain, gejala umumnya yakni mudah lelah mengakibatkan konsentrasi terganggu dalam menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tipe hipersomnia primer biasanya seseorang akan kesulitan untuk mengontrol tidur dan bangun, karena adanya masalah pada bagian otak.

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : ventureacademy.ca

Mengetahui gejala hipersomnia sejak dini bisa membantu Anda untuk mendapatkan pengobatan secara efektif. Jangan sampai Anda terlambat dalam menyadari bahaya dari hipersomnia terutama pada bagian penting manusia yakni otak. Membuat fungsi tiroid menjadi rendah atau cedera otak traumatis. Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu gejala hipersomnia. Berikut gejala hipersomnia yang sering orang menganggap wajar padahal awal mula timbulnya penyakit serius adalah:

Gejala Hipersomnia

Secara umum gejala hipersomnia pada seseorang akan merasakan beberapa hal ini terhadap tubuh mereka. Mungkin terlihat biasa dan wajar akan tetapi jika terabaikan dalam jangka waktu lama dapat membahayakan kesehatan Anda, yaitu:

Kelelahan Berlebihan

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : theconversation.com

Bagi sebagian orang “kelelahan” adalah hal yang biasa dan wajar. Namun, jika rasa lelah berkepanjangan meskipun Anda tidak melakukan kegiatan berat sekalipun, bisa jadi gejala awal dari hipersomnia. Kelelahan yang berlebihan membuat tubuh Anda kekurangan energi, terasa lemas dan menginginkan tidur sepanjang hari. Kondisi tubuh seperti itu dapat mempengaruhi aktivitas harian Anda. Gejala Hipersomnia ini terjadi apabila seseorang kekurangan sinar matahari. Sebaiknya pada pagi hari atau ketika sinar matahari terbit sekitar jam 7-9 pagi, cobalah berjemur dan menghirup udara segar. Cara tersebut sangat efektif untuk meningkatkan energi tubuh kembali fit dan bersemangat menjalani rutinitas harian Anda.

Lebih Sensitif

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : goodtherapy.org

Penderita hipersomnia ketika bangun tidur akan merasakan perasaan lebih sensitif yakni mudah marah, kesal dalam sepanjang hari. Para ahli menyarankan untuk lebih menjaga kebiasaan tidur sehingga dapat meminimalkan gejala hipersomnia tersebut. Ketika perasaan sensitif mulai timbul cara terbaik dengan menuangkan kekesalan itu ke dalam buku harian Anda. Mulailah membiasakan diri dengan jadwal rutinitas jam tidur Anda dan menetapkan aktivitas yang boleh serta tidak boleh dilakukan saat sebelum menjelang tidur.

Selerah Makan Berkurang

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : theconversation.com

Gejala hipersomnia selanjutnya yaitu selerah makan berkurang, karena pola harian berubah secara drastis. Menjadikan tubuh terbiasa dalam melakukan suatu bertolak belakang dengan yang seharusnya. Melakukan kebiasaan kecil secara rutin memicu habit seseorang. Tingkat stres pada penderita hipersomnia mengakibatkan selerah makan berkurang sehingga tubuh menjadi lemas dan kurang berenergi. Seharusnya melakukan pencegahan dengan memiliki pola makan yang sehat dan seimbang. Dan mengurangi alkohol dan tidak mengkonsumsi sembarang obat yang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh jangka panjang.

Sering Merasa Cemas

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : newscientist.com

Efek dari kekurangan tidur mengakibatkan seseorang akan terus merasa kecemasan berlebihan tanpa sebab. Ahli saraf mengatakan kurang tidur bisa meningkatkan rasa kecemasan antisipatif, karena amigdala otak dan korteks insular akan hidup. Hal ini membuat bagian otak akan terhubung dengan perasaan emosional, mengakibatkan terbentuk pola yang meniru aktivitas otak. Sehingga dapat terlihat pada penderita gangguan kecemasan. Pada tingkat lebih serius kecemasan berlebihan tanpa sebab dapat memicu gejala depresi akut.

Kesulitan Mengingat

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : mapleheightsliving.com

Ternyata kurang tidur juga dapat memicu otak kehilangan memori secara signifikan atau memperburuk kondisi otak seseorang. Kekurangan tidur dapat menstimulasi pada bagian otak secara berlebihan atau disebut Plastisitas Saraf Otak. Biasanya orang menderita “kelupaan” sering terjadi pada orang tua. Kesulitan mengingat akan suatu hal dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Untuk itu, kondisikan otak agar tidak terlalu banyak menerima informasi sekaligus yang mengakibatkan kepenuhan dan sulit memahami informasi tersebut.

Penyebab Hipersomnia

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : medicalnewstoday.com

Munculnya gejala hipersomnia tergantung pada jenis hipersomnia tersebut, untuk hipersomnia terbagi dua jenis yakni primer dan sekunder. Penyebab hipersomnia primer terjadi dengan sendirinya atau tidak terdapat faktor lain yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan. Untuk penyebab hipersomnia sekunder karena faktor kondisi kesehatan tertentu. Pada hipersomnia primer umumnya karena fungsi sistem saraf pusat yang mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap. Gejala utamanya yakni merasakan kantuk berlebih pada siang hari, meskipun kualitas tidur malam sudah tercukupi. Untuk hipersomnia sekunder gejalanya karena kelelahan akibat kurang tidur, riwayat penyakit kronis, konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

Penderita hipersomnia primer lebih sedikit daripada penderita hipersomnia sekunder. Rasa kantuk berlebih tanpa sebab terjadi karena adanya faktor lingkungan maupun faktor keturunan atau penyakit genetik langka seperti myotonic, dystrophy, prader- willi syndrome dan norrie disease. Ada beberapa kondisi memicu hipersomnia yakni kekurangan tidur, mengalami gangguan tidur lain seperti narkolepsi dan apnea, dan kelebihan berat badan. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu, gangguan saraf yakni multiple sclerosis atau penyakit parkinson, penyakit genetik, serta depresi.

Diagnosis Hipersomnia

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : healthline.com

Proses mendiagnosis hipersomnia bisa langsung berkonsultasi dengan dokter ahli, akan memeriksa gejala yang Anda alami dan melihat riwayat kesehatan Anda serta keluarga. Setelah itu, dokter akan mendata penggunaan obat-obatan dan melakukan serangkai pemeriksaan fisik. Untuk mempermudah dalam proses diagnosis penyebab hipersomnia yang Anda alami dan menghindari kemungkinan ada penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Berikut serangkaian jenis pemeriksaan yang harus dijalankan guna untuk mendeteksi hipersomnia yaitu:

Epworth Sleepiness Scale

Pada tahapan ini, dokter akan meminta Anda untuk menilai rasa kantuk yang Anda alami. Berguna untuk melihat seberapa pengaruh terhadap aktivitas harian Anda.

Sleep Diary

Dokter akan menyarankan Anda untuk mencatat waktu tidur dan bangun per hari, sehingga pola dan durasi waktu tidur Anda terlihat.

Polysomnogram

Tahap pemeriksaan ini, mengharuskan Anda untuk menginap di klinik khusus yang memiliki gangguan tidur selama semalam. Ketika tidur, dokter akan memeriksa pada aktivitas otak Anda dan pergerakan seperti mata, kaki, detak jantung, pernapasan hingga kadar oksigen.

Multiple Sleep Latency Test

Pada tahapan pemeriksaan ini bertujuan melihat kadar kantuk yang Anda alami. Dan bukan hanya itu, dokter juga akan mengecek sejauh mana Anda masuk ke fase tidur pada saat tidur siang. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan sehari setelah menjalani tes polysomnogram.

Cara Mengobati Hipersomnia

Waspada Gejala Hipersomnia Yang Sering Terabaikan! Serta Solusinya Kesehatan

Sumber Foto : aguadoperezfarma.es

Untuk jenis pengobatan hipersomnia juga bervariasi tergantung pada sebab yang mendasarinya. Ada beberapa jenis obat dapat mengatasi narkolepsi yang berguna dalam mengatasi hipersomnia. Meliputi amphetamine, methylphenidate, modafinil jenis obat-obatan tersebut masuk kategori stimulan dapat membantu Anda merasa lebih segar. Perubahan gaya hidup harus diperhatikan untuk menjaga tubuh supaya tetap fit dan bagian dari perawatan hipersomnia.

Dokter mungkin akan menyarankan penderita untuk mengikuti jadwal tidur secara teratur. Juga membatasi kegiatan yang dapat memperparah gejala hipersomnia saat menjelang waktu tidur. Penderita hipersomnia sebaiknya menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang untuk mengurangi gejala hipersomnia tersebut. Dokter juga akan membuatkan daftar pola makan kaya nutrisi dan seimbang agar energi dalam tubuh tetap tercukupi. Sehingga tubuh Anda akan terjaga kebugaran sepanjang hari hal ini, sangat membantu untuk menjalani aktivitas harian Anda.

Untuk tips dan informasi seputar pola hidup dan tips kesehatan lainnya, silahkan kunjungi Tulizan Kesehatan.

What do you think?

Participant

Written by Tulizan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hasil gambar untuk shin hye sun mr queen kdrama

Mengenal Shin Hye Sun Sang Mr. Queen Lewat Fakta Tentang Dirinya

Fakta Unik Dari Anime Yang Jarang Diketahui