in

Women Entrepreneur; Apa yang Membuat Mereka Bangkit dan Berhasil?

Kewirausahaan atau entrepreneur merupakan profesi impian bagi wanita di masa lalu. Hari ini, banyak hal yang terlihat jauh berbeda dibandingkan apa yang terlihat di beberapa dekade yang lalu. Tantangan sebagai women entrepreneur pun sudah berbeda. Bahkan bisa dibilang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada dasarnya, pria mendominasi dunia kewirausahaan. Faktanya, semakin banyak wanita yang tertarik menggeluti dunia ini dengan tren inklusivitas positif. Akan tetapi, ini bukanlah hal yang mudah bagi wanita. Diskriminasi gender, stigma sosial, prasangka, dan lainnya sangat merugikan wanita. Apapun latar belakang dan berapapun usianya.

Rintangan tersebut hanya meningkat ketika orang-orang menghadirkan pengalaman “titik temu”. Seperti halnya kebangsaan, ras, dan kategori sosial lainnya yang saling terkait dengan jenis kelamin seseorang.

Women Entrepreneur; Apa yang Membuat Mereka Bangkit dan Berhasil? Entrepreneur

Source: www.picfair.com

Tantangan Women Entrepreneur; Apa yang Menjadi Perhatian Khusus?

Women Entrepreneur Day dirayakan pada tanggal 19 November. Ini merupakan salah satu upaya untuk menjelaskan masalah wanita dalam menggeluti bidang kewirausahaan. Namun tantangan apa yang dihadapi women entrepreneur? Mengapa sulit bagi mereka untuk berhasil dalam membangun bisnis?

Kurangnya Dukungan Keuangan

Keuangan adalah komponen penting dalam memulai bisnis apa pun. Namun, bias gender dan budaya yang ada membuat wanita sulit mendapatkan pendanaan dari investor untuk memulai bisnis. Dikutip dari feedough.com, sebuah survei melaporkan bahwa terdapat 25% pengusaha wanita yang menemukan investor bagi bisnis mereka. Sebanyak 8% dari pengusaha wanita ini hanya menerima sebagian dari dana yang diajukan.

Katherine Hays adalah salah satu pendiri dan CEO Vivoom. Beliau mengklaim bahwa meskipun para venture capitalist merasa nyaman berinvestasi pada “peralatan wanita”, namun mereka tampak meremehkan keikutsertaan wanita di bidang startup.

Alasannya, wanita tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pembiayaan dari luar untuk memulai bisnis. Mereka terpaksa mendanai usaha mereka sendiri. Pembiayaan bootstrap memaksa wanita untuk berjuang dengan anggaran yang ketat. Pada dasarnya, hal tersebut membatasi pertumbuhan hingga batas tertentu.

Inisiator seperti Gender Lens Investment Initiative secara aktif bekerja untuk mempromosikan investasi lensa gender. Gender Lens Investing mengacu pada praktik investasi yang dilakukan oleh wanita dengan tujuan pemberdayaan perempuan.

Tanggung Jawab Masyarakat

Pebisnis wanita sering mengalami dilema di mana mereka harus memilih antara bisnis dan keluarga. Ini adalah kasus yang umumnya terjadi tentang keterlibatan peran.

Masyarakat menuntut perempuan agar mereka menjadi istri dan ibu yang baik. Hal ini sering kali mendorong perempuan kembali ke rumah karena memilih pekerjaan daripada keluarga. Mereka sering dinilai tidak menghormati masyarakat.

Dalam kasus seperti itu, bisnis wanita mengambil posisi yang jauh di belakang. Tantangan kewirausahaan menuntut komitmen dan waktu para women entrepreneur. Akan tetapi, peran keluarga perempuan tidak memberikan izin dalam menangani hal tersebut.

Penghasilan wanita dari bisnis mencerminkan bagaimana wanita menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bisnis mereka dibandingkan pria. Akibatnya, perempuan berpenghasilan lebih rendah daripada laki-laki dari bisnis yang ditangani.

Faktor lainnya adalah ketidakamanan.

Menurut studi yang dilakukan oleh HBR, wanita kurang bersedia mengambil risiko dibandingkan pria. Hal tersebut ditarbelakangi oleh presepsi, prasangka, dan tekanan sosial. Akibatnya, kebanyakan wanita lebih memilih menggeluti pekerjaan daripada memulai bisnis.

Stigma Sosial

Wanita diberi status lebih rendah di masyarakat sepanjang sejarah manusia. Kemampuan mereka dipertanyakan dalam dunia bisnis. Ini merupakan stigma yang dapat menurunkan kepercayaan diri mereka.

Pola pikir yang dianut sebagian besar pria di dunia bisnis cenderung meremehkan wanita. Seringkali diasumsikan bahwa perempuan tidak memiliki persyaratan peraturan dan administrasi. Mereka juga percaya bahwa wanita tidak dapat mengesampingkan emosi dan mengembangkan pola pikir bisnis.

Ketika wanita menunjukkan kualitas kepemimpinan, mereka dianggap negatif. Beberapa menganggap mereka sebagai tukang perintah dan agresif. Ini karena masyarakat mengharapkan wanita untuk berperilaku dengan cara tertentu. Lebih sopan, anggun, dan patuh. Setiap perilaku yang tidak diharapkan dianggap tidak dapat diterima. Semua faktor tersebut menjadi penyebab wanita kehilangan kepercayaan diri.

Masyarakat patriarki tidak menerima perempuan mengisi posisi kepemimpinan. Sebagian orang berpendapat bahwa bekerja di bawah wanita dianggap sebagai hal yang keterlaluan dan memalukan.

Kurangnya Jaringan dan Pengakuan

Tantangan lain yang dihadapi wanita dalam dunia kewirausahaan adalah masalah pengakuan. Mereka cenderung diremehkan oleh orang-orang di sekitar mereka.

Kurangnya rasa hormat terhadap upaya dan waktu dalam bisnis, menyebabkan women entrepreneur meragukan diri sendiri. Akhirnya, hal itu menjadi penghlang untuk mencapai potensi.

Untuk menjawab tantangan ini, women entrepreneur membutuhkan bantuan jaringan atau kelompok kewirausahaan perempuan. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan bimbingan dalam menjalani bisnis.

Women Entrepreneur; Apa yang Membuat Mereka Bangkit dan Berhasil? Entrepreneur

Source: lesliezann.com

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Semakin banyak wanita yang mulai mendominasi dunia bisnis. Seperti salah satunya adalah CEO dan Ketua HTC, Cher Wang. Beliau merupakan salah satu contoh women entrepreneur terbaik dan berpengaruh saat ini.

Pada akhirnya, para wanita mampu menyadari potensi mereka. Namun, masyarakat juga ikut andil untuk memberikan dukungannya. Langkah pertama yang mesti diambil adalah membiarkan wanita menampilkan potensi mereka. Hal ini akan menginspirasi lebih banyak wanita di luar sana untuk mematahkan stigma yang ada. Sehingga, ini akan menjadi jalan yang mampu mengubah hidup menjadi lebih baik.

Setelah itu, para women entrepreneur perlu melakukan langkah perbaikan seperti berikut ini.

  • Promosi : Pemerintah dan LSM harus memberikan pendampingan, baik secara moril maupun materiil.
  • Pelatihan : Women entrepreneur harus diberikan pelatihan agar dapat menjalankan bisnis dengan sukses. Pelatihan ini sebaiknya diberikan kepada mereka yang enggan menjalankan tugas kewirausahaan.
  • Keuangan : Masalah utama yang harus diantisipasi sesegera mungkin.
  • Mesin dan Teknologi : Wanita membutuhkan bantuan dalam pemilihan mesin dan teknologi.
  • Dukungan Pemasaran : Umumnya, wanita tidak dapat memasarkan produk bisni karena keterbatasan mobilitas. Bantuan harus diberikan agar membantu menyukseskan pemasaran.
  • Dukungan keluarga : Keluarga merupakan kekuatan internal yang dapat menyokong kesuksesan bisnis.

Women Entrepreneur; Apa yang Membuat Mereka Bangkit dan Berhasil? Entrepreneur

Source: yandex.com

Women Entrepreneurs yang Berhasil Menjawab Tantangan Dunia

Pemisahan gender terus menerus dipaksakan di dunia. Ada pandangan stereotip tentang pemisahan gender dengan menganggap laki-laki sebagai individu yang menjaga rumah secara moneter. Di sisi lain, seorang wanita seharusnya ada di rumah untuk mengatur segalanya.

Waktu terus bergulir hingga beberapa wanita membuat skrip kisah sukses mereka sendiri. Mereka bekerja cukup keras hingga menjadi pribadi yang menginspirasi dan berpengaruh. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah perusahaan milik perempuan tumbuh lima kali lebih cepat.

Berikut adalah beberapa women entrepreneur yang berhasil melawan stigma masyarakat dan menjawab tantangan dunia.

1. The Huffington Post

The Huffington Post didirikan oleh Arianna Huffington. Ini merupakan salah satu perusahaan media digital terbesar di Amerika Serikat. Arianna Huffington adalah pengusaha wanita sukses yang tumbuh dengan pandangan hidup yang kuat. Saat ini, beliau masih memegang peran penting dalam operasinya meskipun situsnya sudah diakuisisi oleh AOL Inc.

2. VLCC

Perusahaan yang didirikan oleh Vandana Luthra telah berekspansi di beberapa negara di Afrika dan Asia. Pengusaha wanita yang lahir di kota Kolkata ini awalnya adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan kulit, kecantikan, makanan, nutrisi, dan kebugaran, dianugerahi Padma Shri pada tahun 2013 dan 2015 oleh Fortune India. Beliau juga termasuk dalam daftar wanita terkuat di dunia bisnis India.

3. SheEO

SheEO merupakan komunitas wanita global yang bertujuan untuk mengubah cara mereka mendukung dan mendanai investor wanita. Komunitas SheEO didirikan oleh Vicki Saunders. Beliau adalah seorang pengusaha wanita Amerika. Business woman transformatif yang satu ini dinobatkan dalam daftar 100 pemimpin paling berpengaruh di tahun 2015 dari Empowering A Billion Women.

4. Bumble

Bumble merupakan sebuah aplikasi cari jodoh yang di desain khusus untuk pengguna wanita yang di ciptakan oleh seorang pengusaha wanita bernama Whitney Wolfe Herd. Lucunya, Herd juga sebelumnya tergabung sebagai inisiator aplikasi serupa yaitu Tinder yang merupakan kompetitor langsung dari Bumble. Bumble baru saja melakukan Initial Public Offering (IPO) dan menjadikan Whitney Wolfe Herd sebagai self-made billioner (Milyuner hasil kerja sendiri) wanita termuda di dunia.

Untuk tips seputar karir lainnya, kamu bisa kunjungi Tulizan Karir.

What do you think?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Mouse' Killer Kwon Hwa-woon, Reversal Story Attraction Cript Certified Shot

Fakta Soal Kwon Hwa Won Psikopat Dalam Drama Mouse

Mitos Seputar Rambut yang Tidak Boleh Kamu Percayai Lagi